Friday, February 16, 2018
Syarat Mendirikan NU Tempoe Doeloe yang Tidak Banyak Diketahui
Berapa syarat mendirikan Cabang NU pada awal berdiri? Ternyata tidak banyak, hanya membutuhkan 12 orang saja. Hal itu disebutkan pada statuten (anggaran dasar) NU pada awal berdiri. Statuten itu dilaporkan kepada pemerintah Hindia Belanda dalam meminta NU menjadi organisasi yang legal secara hukum.
Pada pasal 5 statuten itu mengatakan, pada suatu tempat yang ada anggota sedikitnya 12 orang boleh di situ diberdirikan satu afdeeling (cabang).
Lalu bagaimana syarat menjadi anggota NU waktu itu? Statuten itu pada pasal 4 mengatakan yang boleh menjadi anggotanya ini perkumpulan hanya orang yang beragama Islam yang bermazhab sebagai tersebut dalam pasal 2. Mereka dibedakan menjadi: a. anggota guru agama (ulama) dan b, anggota bukan guru agama.
Pada pasal yang sama, untuk menjadi anggota NU cukup dengan melaporkan kepada bestuur (pengurus). Seseorang tidak lagi menjadi anggota NU dengan keinginannya sendiri atau diberhentikan.
Dan pada statuten itu, tidak disebutkan Cabang NU harus kedudukan di setiap kabupaten. Kemungkinan karena itulah sehingga saat ini ada beberapa Cabang di Jawa yang tidak berdasarkan kabupaten misalnya Kencong di Jember, Lasem di Rembang. Kraksaaan di Probolinggo.
Bagi seorang kiai atau ajengan, tentu sangat mudah untuk mengumpulkan 12 orang untuk menjadi anggota NU. Tetangga atau santrinya yang sudah berumah tangga bisa diajak untuk menjadi anggota NU.
Di samping jumlah keanggotaan yang terbilang sangat sedikit, jaringan kiai-kiai NU yang luas, mempercepat pertumbuhan NU. Chairul Anam dalam buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU menyebutkan pada tahun 1929, Cabang NU di Jawa Barat saja ada 13. Sementara dalam catatan KH Wahid Hasyim, NU berhasil membentuk cabang di 60 % wilayah Indonesia hanya dalam waktu sepuluh tahun.
Hal itu tidak heran, karena sejak Muktamar ketiga tahun 1928 di Surabaya, para kiai membentuk Lajnatun Nashihin yang diketuai langsung Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Lembaga yang diisi 9 orang kiai utama NU itu bertugas mempercepat pertumbuhan NU.
Kembali lagi kepada persoalan anggota NU, KH Wahab Hasbullah di Swara Nahdlatoel Oelama edisi tahun 1931 menulis bahwa keanggotaan NU melintasi batas negara. Namun, anggota NU tunduk kepada hukum-hukum negara tersebut. Syaratnya menjadi anggota adalah beragama Islam dan mengikuti salah satu mazhabat empat. Selesai urusan.
Kiai Wahab dan para pendiri NU lain, sepertinya meamang memimpikan NU menjadi organisasi dunia. Lihat saja lambang NU, berbentuk bola dunia. Dan memang sejak awal gerakan NU tidak hanya merespon keadaan di tingkat lokal, tapi dunia. Misalnya, ketika awal berdiri, telah meminta Raja Arab Saudi agar memberi kebebasan bermazhab kepada umat Islam yang tengah berada di Haramain. (Abdullah Alawi/NU Online)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Ustadz Wahabi, _*"Hai, anak muda, apa kamu sudah tahu tahlilan itu dosa ?."*_ Santri NU, _*Lah, kok bisa Ustadz ?."*_ (s...
-
Ditulis oleh: Vinanda Febriani Berita tentang aturan penggunaan Toa/pengeras suara di masjid akhirnya sampai ke telinga kawan sekelasku...
-
Tawasul adalah salah satu jalan dari berbagai jalan tadharru’ kepada Allah. Sedangkan Wasilah adalah setiap sesuatu yang dijadikan oleh...
-
Beliau adalah KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, seorang ulama besar yang sampai akhir hayat beliau masih memberikan ilmu agama bagi masya...
-
Peringatan Harlah atau hari lahir adalah sarana untuk mengenang kembali (refleksi) apa yang telah dilakukan dan bagaimana menatap kedepan...
-
Di tanah Jawa sejak dahulu memang kental dengan nuansa dimensi ruhaninya Semenjak zaman Wali Songo yang diyakini sebagai penyebar agama I...
-
Oleh Kiai Hamid Abdul Qodir Dalam kurun waktu 3 (tiga) hari ini, jagad medsos kembali menjadi media cemoohan “para pengapling surga” at...
-
Mudzakir muda kala itu baru saja lulus dari Ma’had Aly dan Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukor...
-
Meski Rasulullah ﷺ Sudah wafat Namun Tetap Menjawab Salam Dari Ummat nya. Sebagaimana keterangan dibawah ini: والذي نفس أبي القاسم بي...
-
Soal Keberadaan Allah, Apakah Allah Berada di Langit? Allah ada di mana, apakah benar Allah ada dilangit seperti anggapan mereka bahwa...

No comments:
Post a Comment