Friday, January 26, 2018
Gelar Ahli Hadits
Gelar untuk membedakan ahli hadits berdasarkan kapasitasnya adalah:
1. Al-Musnid
Al-Musnid adalah orang yang meriwayatkan Hadits beserta dengan sanadnya (orang yang meriwayatkannya) baik ahli dibidang hadits maupun hanya meriwayatkan atau menulisnya saja.
2. Al-Muhdits
Tingkatan Al-Muhdits lebih tinggi dari Al-Musnid karena Al-Muhdits bukan hanya hafal sanad melainkan juga mengetahui sanad dan illat (kecacatan hadits), nama-nama tokoh hadits, hafal matan (redaksi hadits), mengetahui kitab yang enam (kutubussittah) serta mengetahui kitab musnid Imam bin Hanbal, sunan Baihaqi, Mu'jam At-Thabrani dan sanggup menghimpun (menulis) seribu hadits.
3. Al Hujjatul Islam
Adalah gelar untuk ulama yang sudah hapal lebih dari 300.000 hadits beserta sanad dan matannya, ulama-ulama yang sudah mencapai derajat ini diantaranya Imam Ghazali, Imam Ibnu Hajar Al Asqalani, Imam Nawawi, dan masih banyak lagi. Namun dizaman sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi ulama yang mampu mencapai derajat ini.
4. Al-Hakim
Yaitu gelar untuk ulama yang sudah hapal lebih dari 400.000 hadits beserta sanad dan matannya.
5. Al-Huffadzudduniya (Al-Huffadz)
Ini adalah gelar untuk ulama yang mampu menghapal lebih dari 1.000.000 (satu juta) hadits beserta sanad dan matannya. Ulama yang mencapai derajat ini adalah Imam Ahmad bin Hambal, murid dari Imam Syafii.
5. Al-Hafidz
Al-Hafidz adalah gelar tertinggi tokoh hadits. Diantara kriterianya adalah mengetahui dengan rinci sunnah-sunnah rasulullah, dapat membedakan sanad-sanad hadits dan dapat mempertahankan setiap ahli ma'rifat tentang keabsahan hadits.
Diantara tokoh hadits yang mendapat gelar Al-Hafidz pada masanya yakni Yahya bin Ma'in, Amru bin Uqdah, Abdullah Al-Qadizi, Abu Zur'at, Asy-Syu'abi, Abu Sufyan Ats-Tsauri, Ashim bjn Dhamrah dan Khalid Al-Hadza.
Diantara ulama hadits menentukan kriteria jumlah hafalan hadits untuk mencapai derajat Al-Hafidz. Al-Hakim menyatakan, Al-Hafidz minimal hafal 500.000 hadits sedangkan menurut Fathihuddin bin Sayidunnas bersifat relatif yakni sesuai dengan masanya yang berbeda-beda.
Dimasa sekarang, tokoh yang mendapat gelar Al-Hafidz dibidang hadits adalah Habib Umar bin Hafidz, Yaman. Ya, beliau hapal 100.000 hadits lebih beserta hukum-hukum sanad dan matannya secara keseluruhan. Untuk mencapai derajat Al hafidz di abad 21 ini bukanlah perkara gampang. Dimana jumlah hadits diatas muka bumi yang bertebaran di kitab-kitab jika di kumpulkan tidak mencapai 100.000 hadits.
Artinya, jika kita berusaha mengumpulkan seluruh buku hadits yang ada sekarang, jumlah keseluruhan haditsnya tak akan mencapai 100 ribu hadits. Kita lihat, misalnya, Kitab shahih Bukhari haditsnya berakhir di nomor 7.124 (jika ada pendapat lain pun jumlahnya tidak akan jauh dari angka tersebut), Kitab shahih Muslim berakhir di hadits no 3.033 (sebagian pendapat mengatakan sekitar 5000an), Sunan Abu Daud memuat sekitar 5.000an hadits, Sunan Tirmidzi memuat sekitar 4000an hadits, Sunan An Nasa’i memuat sekitar 5000an hadits, Sunan Ibnu Majah sekitar 4.300an hadits, Shahih Ibnu Hibban sekitar 3.000an hadits, Al Muwatha’ Imam Malik sekitar 1.600an hadits, Musnad Ahmad bin Hanbal sekitar 27.000an hadits.
Selain menghapal semua hadits yang sudah tertulis di kitab, tentu saja harus diteruskan untuk menghapal hadits yang belum dibukukan, cara ini hanya bisa di dapatkan dengan jalan berguru kepada ulama hadits yang menyimpan hadits yang mungkin didapatkan dari guru-gurunya, gurunya dapat dari guru dari gurunya, dan seterusnya hingga kepada Rasulullah saw. sehingga hadits tersebut belum pernah dibukukan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Dalam rangka menjaga kondisi kedamaian, kerukunan dan persatuan masyarakat Kecamatan Sawangan yang telah terpelihara dengan baik dari keh...
-
AIR MUTLAK DAN ISLAM NUSANTARA http://www.annahlbsdcity.com/kegiatan/artikel/serba-serbi/air-mutlak-dan-islam-nusantara/ AIR MUTLAK DAN...
-
Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Infithaar (Terbelah). Surah Makkiyyah; Surah ke 82: 19 ayat “BismillaaHir rahmaanir rahiim. 1. apabila lang...
-
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq menceritakan, suatu ketika KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ...
-
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kec. Tungkal Jaya hari ini tepatnya 28 Agustus 2018 mengadakan agenda rapat konsolidasi dan...
-
KALIMAT IJAZAH SHOLAWAT MULIA INI DARI HABIBANA RAFIQ ALKAFF BAGI JAMAAH MAJLIS MIFTAHUSSURUR Banjarmasin, MAYDANUL ANWAR Medan, AL-YUSRAIN ...
-
"Papa jangan nangis ya.. Varo kuat pa.. ", ujar Alvaro sambil menepuk pipi ayahnya yang tidak bisa menahan air matanya. Saya ...
-
Majunya KH. Ma'ruf Amin sebagai Cawapres diapresiasi Kiai sepuh Ponpes Lirboyo Kediri. Kiai sepuh berharap, santri dan warga NU mendu...
-
Welinge Pituturing Ibu _Nggèr anakku..._ _Sawangen kaé dagelan jagat..._ _Sing lagi rebutan ndonya lan pangkat_ _Rumangsané wis pali...
-
A. Secara Etimologis (Bahasa) 1. Menurut Al-Lihyani (w. 215 H) Kata Al-Qur'an berasal dari bentuk masdar dari kata kerja (fi...

No comments:
Post a Comment