Tuesday, October 23, 2018
Ali Al-Mansur, Sang Sufi Pembakar Al-Qur'an
Ali Al Mansur, seorang sufi di Khurasan, pagi pagi terlihat sedang membakar Quran. Tetangganya marah. Kesal. Orang orang yg lewat depan rumah sang sufi geleng geleng kepala. Gondok.
Tapi mereka tak berani menegur Al Mansur. Mereka tahu Al Mansur adalah seorang yg fakih dan wara'. Ia seorang ulama yg menjadi rujukan para imam.
"Syekh, kenapa membakar Quran? Bukankah di dalamnya ada kalimat tauhid dan asmaul husna?," tanya Ibnul Hakam salah seorang muridnya.
"Muridku, kau benar. Tapi bagiku tulisan kalimat tauhid dan asmaul husna itu tak ada artinya ketimbang ceceran darah dari orang orang muslim yg terbunuh dalam peperangan. Kedua pasukan yg berperang, membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid dan simbol simbol Islam yang lain. Hasilnya apa? Keduanya hancur. Saling membunuh."
"Syekh, bukankah Allah itu Maha Suci dan Maha Besar"
"Betul, muridku. Tapi Kemahasucian dan Kemahabesaran itu tidak terletak pada kitab Quran."
"Lalu terletak di mana Syaikh?." Al Hakam makin bingung memahami tingkah gurunya.
"Kemahasucian dan Kemahabesaran itu terletak pada hakikat manusia, " ucap Al Mansur.
"Bukankah manusia itu ciptaan Allah?"
"Betul. Manusia ciptaan Allah. Tapi manusia adalah makhluk Allah termulia di seluruh jagad. Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi. Manusia adalah simbol Allah yg hidup dan paling hakiki. Bukan bendera dan ayat kitab suci."
"Syekh. Bagaimana aku bisa memahami semua itu."
"Hormati manusia. Cintai manusia. Aku membakar kitab suci karena kitab Quran telah jadi alasan orang membakar dan membunuh manusia."
Al Hakam mulai mengerti sikap gurunya. Ia pun terdiam. Pikirannya melayang ke sikap Al Hallaj, sufi besar yg sering diceritakan sang guru ttg keunikan sikapnya.
Setiap melihat apa pun, Al Hallaj berseru itulah Tuhanku. Bagi Al Hallaj, Tuhan ada di mana mana. Ada dalam nafas dan darah manusia. Bahkan ada pada daun yg terbang terbawa angin gurun.
"Muridku, sampaikan kepada manusia , Allah sangat mencintai manusia lebih dari apapun. Bahkan lebih dari malaikat dan kitab suci agama apa pun. Allah itu akan murka bila manusia tak bersalah disakiti. Allah itu lapar bila orang miskin kelaparan. Allah ingin menunjukkan sifat Kasih dan Sayang-Nya melalui manusia. Itulah sebabnya Allah memberikan sorga kepada pelacur yg memberi minum anjing yg kehausan di padang pasir. Karena pelacur itu mewakili Tuhan."
Asap dari Quran yg terbakar terus mengepul. Tapi Al Mansur tak juga berhenti membakarnya. Orang orang pun makin banyak mengerumuni tingkah aneh sang sufi sambil mengucapkan sumpah serapah.
"Kalian jangan salahkan aku. Aku akan membakar semua kitab Quran milikku sampai kalian menjadikan esensi Quran, Bismillahirrahmanirrahim, sifat kasih sayang Allah, sebagai nafas hidup keseharianmu".
Mereka yang marah terdiam. Tenggorokanya tersekat. Lalu pergi sambil membaca istighfar berkali kali. "Shadaqta ya mursyid," celetuknya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Hizbut Tahrir memiliki dua bendera, berwarna putih yang disebut Liwa' dan warga hitam yang disebut Rayah. Mereka mengklaim 2 bendera ...
-
Shalawat Taisir adalah suatu Shalawat yang bermanfaat selain mendapat pahala bagi pembacanya juga mempunyai ke ajaiban yang sangat menakj...
-
Surat Buat Kawanku Ahmad Dhani... Dhan..aku sudah kenal kamu lama sejak tahun 90 an. Ingat khan, waktu kamu dan Group Dewa 19 pertama k...
-
Bantahan untuk Buya, yang mengatakan Nyanyian Lagu “Saben Malem Jum'at Ahli Kubur Mulih Nang Umah” adalah lagu hayalan yang bertentan...
-
Oleh Suryono Zakka Walau telah sekian lama NKRI berdiri, Walau sudah sekian lama kita merdeka, namun upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan...
-
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan Habib Rizieq Syihab sempat ditahan karena adanya bendera yang dia...
-
Anda pasti sering mendengar istilah Cinta ditolak dukun bertindak. Bahkan sebelum menyatakan cinta pun menggunakan jasa dukun, ajian pele...
-
Deskripsi Masalah Secara literal, imunisasi berasal dari kata ‘imun’ yang berarti kebal terhadap suatu penyakit. Dengan demikian ‘imuni...
-
Kidung wahyu kolosebo ciptaan habib asyhari adzomat khon yang di daur ulang dari serat kuno walisongo. Berikut teks dan terjemahannya. ...
-
Menjadi NU Kaffah lahir dan batin bukan hanya ditandai dengan rajin yasinan dan tahlilan, maulidan dan tradisi-tradisi yang dianggap ...

No comments:
Post a Comment