Monday, May 11, 2020
Islamisasi atau Arabisasi?
Oleh Suryono Zakka
Ada kalangan yang belum bisa membedakan antara Islam dan Arab. Antara Islami dan Arabi. Islami berarti sifat atau nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam seperti perdamaian, cinta kasih, persaudaraan, toleransi dan sebagainya. Sedangkan Arabi adalah sifat kearab-araban.
Sesuatu yang bersifat Islami tentu sudah mesti baik namun sesuatu yang bersifat Arabi atau budaya Arab belum tentu baik. Ada yang baik dan ada yang buruk. Budaya Arab yang baik adalah budaya Arab yang selaras dengan ajaran Islam sedangkan budaya Arab yang buruk sudah tentu bertabrakan dengan ajaran Islam, misalnya budaya Arab Jahiliyah.
Sebagai muslim tentu yang kita sebarkan adalah nilai-nilai Islaminya, bukan yang penting Arab, bukan nampak Arab secara lahiriyah karena nilai-nilai Islami ini tidak harus datang dari Arab. Budaya Nusantara juga ada yang mengandung nilai-nilai Islami seperti gotong royong, tepo seliro, andab asor dan sebagainya. Islam akan menyerap budaya apapun selagi sesuai dengan ajaran Islam. Jadi Islam bukanlah semata-mata agama penghancur budaya lokal.
Dengan demikian, kita sebagai muslim Nusantara tak selayaknya membumihanguskan budaya-budaya Nusantara selagi tidak menabrak ajaran Islam. Kita pertahankan yang baik dan kita tinggalkan yang buruk. Justru dengan mempertahankan budaya Nusantara yang baik itulah maka Islam di Nusantara akan semakin kokoh. Tanpa ditopang dengan budaya-budaya lokal maka Islam akan sulit berkembang dimanapun berada.
Kearifan lokal inilah yang kemudian ulama NU meramunya dengan konsep "Islam Nusantara". Islam yang hidup dan berkembang dengan tradisi Nusantara yang tidak menabrak syari'at. Islam yang membumi sesuai dengan karakter masyarakat Nusantara. Menyerap ajaran Islam dengan tidak menanggalkan budaya leluhur yang baik.
Mengapa perlu konsep "Islam Nusantara"? Tujuannya agar budaya muslim Nusantara tidak digerus dan tidak digempur oleh gerakan Arabisme/Arabisasi. Ada kelompok yang berupaya menghancurkan semua budaya Nusantara dengan dalih menyebarkan ajaran Islam. Bahkan muslim Nusantara yang tidak bergaya Arab dianggap tidak muslim alias Islamnya tidak kaffah. Ahli bid'ah, musyrik dan sebaginya. Mereka inilah yang gagal dalam memahami ajaran Islam yang sebenarnya.
Ingat, menjadi muslim tidak harus menjadi Arab. Kita perlu cerdas memilah mana yang esensi ajaran Islam itulah yang kita serap dan mana yang hanya bungkus Arabnya tak perlu kita ambil jika tidak selaras dengan ajaran Ialam. Tidak harus tergila-gila dengan Arab, tidak waton Arab karena tidak semua yang berbau Arab itu baik dan tidak semua orang Arab itu muslim. Tak perlu jadi Arab. Tap perlu jadi Wahabi. Tak usah jadi HTI.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Oleh Suryono Zakka 1. Islam adalah ajaran yang sempurna. Menolak liberalisme dan radikalisme. Tulisan kritis yang menolak disertasi Abd...
-
Permainan catur dibahas dari segi hukum Islam oleh para ulama terdahulu. Permainan catur bagi mereka memiliki pandangan hukum yang beragam. ...
-
Oleh Suryono Zakka 1. Virus Khilafah Virus ini adalah virus pemberontak. Virus nyinyiriyun anti Pancasila. Jika virus Corona tak terlih...
-
Soeharto Lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ia lahir dari keluarga petani yang menganut Kejawen. Keyakinan keluarga...
-
Info dari Ustadz Muafa (Syaikhul Pramukiyyin /Mantan Syabab HT), yaitu berkaitan dgn para senior/pembesar HT Pusat, khususnya yg ada di ...
-
A. Secara Etimologis (Bahasa) 1. Menurut Al-Lihyani (w. 215 H) Kata Al-Qur'an berasal dari bentuk masdar dari kata kerja (fi...
-
Beliau adalah KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, seorang ulama besar yang sampai akhir hayat beliau masih memberikan ilmu agama bagi masya...
-
Dalam Islam, kita dibolehkan memandikan jenazah nonmuslim, terutama jika masih ada hubungan kerabat dengan kita. Kita tidak dilarang untu...
-
Namanya Adalah Habib Lutfi bin Yahya. Dikenal dengan Habib lutfi, seorang ulama kharismatik dari kota Batik Pekalongan. Beliau adalah...
No comments:
Post a Comment