Saturday, September 1, 2018
Mengapa Soekarno Memilih 17 Agustus sebagai Hari Proklamasi?
Hal yg menarik untuk kita renungkan dan cermati diantaranya mengapa Ir. Soekarno Presiden Republik Indonesia pertama memilih tanggal 17 Agustus 1945 untuk memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia ?
Bukan ditanggal lainnya misalnya tanggal 15 atau 16 Agustus 1945. Atas dasar apakah Bung Karno memilih tanggal 17 ?
Tentunya pemilihan tanggal itu tidak hanya kebetulan atau “ujug-ujug”, memproklamirkan bangsa ini. Selain karena alasan desakan dari pemuda yg tidak ingin mendapatkan kemerdakaan yg “sekedar hadiah” dari penjajah, baca dialog antara Sukarni dan Bung Karno yg terdapat pada buku ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ oleh Cindy Adams.
Namun ternyata ada fakta lain dibalik pemilihan tanggal 17 Agustus 1945 tersebut. Fakta ini diungkapkan oleh Kyai Moch. Muchtar bin Alhaj Abdul Mu'thi di Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah di Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur.
Apakah fakta itu ? Kurang lebih 5 bulan sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan oleh Dwi Tunggal Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, pendiri negara antara lain Ir. Soekarno mencari ulama tasawuf yg mempunyai tingkat mukasyafah atau inkisyaf. Akhirnya Bung Karno ketemu dgn empat orang ulama tasawuf yaitu : SYEKH MUSA SUKANEGARA (Ciamis), KH ABDUL MU'THI (Madiun), Sang Alif atau R. SOSROKARTONO (Bandung), dan KH HASYIM ASY'ARI Tebuireng Cukir (Jombang).
Kesimpulan dari pertemuan Bung Karno dgn keempat ulama tasawuf tersebut yaitu :”Tidak lama akan ada berkat rahmat Alloh besar turun di Indonesia, di bulan Ramadhan, tanggal 9 (penanggalan Islam), tahun 1364 H, hari Jumat Legi, bila meleset harus menunggu 300 tahun lagi”. Kelak di tanggal 9 Ramadhan 1364 H bertepatan dgn 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Selain itu alasan yg juga dikemukakan oleh Soekarno pada Sukarni pada saat peristiwa Rengasdengklok beliau berkata :
“Saya seorang yg percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dgn pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama2 kita sedang berada dalam bulan suci Ramadan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yg paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yg berbahagia, Jumat suci. Alquran diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia”
Pada tanggal 12 Rajab 1364 H bertepatan dgn 22 Juni 1945 M hari Jumat Kliwon, 9 tokoh bangsa Indonesia yaitu 4 tokoh Islam Nasionalis (H. Agus Salim, Abdul Kahar Muzakir Yogyakarta, KH Wachid Hasyim Jombang, Abikoesno Tjokrosoejoso Ponorogo), 4 tokoh Nasionalis yg beragama Islam (Ir. Soekarno, Drs. Moch. Hatta, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. Muhammad Yamin), 1 tokoh Nasionalis beragama Kristen (Mr. AA. Maramis) menyusun Pembukaan UUD 1945.
Pesan keempat tokoh tasawuf diatas dimasukkan kedalam alinea ketiga Pembukaan UUD 1945.
Isi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ketiga yaitu
“ Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dgn didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yg bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dgn ini kemerdekaannya.”
Baca juga: Alsyami: Ada Upaya Syirianisasi Indonesia
Inilah kisah dibalik pemilihan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia yg belum banyak orang mengetahuinya. Jadi kemerdekaan bangsa Indonesia itu atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Namun banyak yang lupa dengan ‘atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa’ ini. Perhatian dan peran ulama tasawuf dibalik pemilihan tanggal 17 Agustus 1945 ini semoga dapat diambil hikmahnya oleh para pembaca.wallahu.a'lam
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Satu waktu ketika hujan turun di Masjidil Haram, para jamaah berhamburan menuju Ka'bah dan berkerumun di bawah talang tempat air meng...
-
Jika Asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan, itu disebut dzikir (mengingat) lisan, namun jika Nama Allah diingat dengan hati, maka...
-
Al-Imam Jakfar Shadiq ؓ berkata, "Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulul...
-
Bagi kaum aswaja, maulid adalah hari yang istimewa dimana sang junjungan dan teladan manusia dilahirkan. Meskipun maulid tidak pern...
-
Kata fitnah berakar dari kata fatana. Ketika seseorang berkata fatantu al-fidhdhah wa al-dzahab, artinya adalah bahwa ia membakar perak...
-
Keutamaan Adzan. قال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ أَذَّنَ لِلصَّلاَةِ سَبْعَ سِنينَ مُحْتَسِبًا كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ...
-
KH. NAWAWI BERJAN PURWOREJO "TOKOH DIBALIK BERDIRINYA JAM'IYYAH AHLI THARIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH ( JATMAN ) " ...
-
1. Jamaah NU Kaffah Yang termasuk kelompok ini adalah mereka yang senantiasa istiqamah bersama NU lahir dan batin. Kualifikasi kelo...
-
“Rahasia Allah terletak pada makhlukNya.” “Sesama wali quthub meski memiliki pangkat kewalian yang sama tetapi memiliki sirr atau rahas...
-
Konsolidasi Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama se-Kalimantan Barat (Kalbar) di Pontianak diselenggarakan hari Sabtu, tanggal 15 ...

No comments:
Post a Comment