Sunday, October 28, 2018
TGB: HTI Bohongi Umat Islam Indonesia
Kontroversi Bendera HTI yang Diklaim sebagai Bendera Nabi menemukan titik baru yang sangat mencengangkan. Seorang Ulama yang Otoritasnya tidak diragukan, yakni
Dr. KH Tuan Guru Bajang, berhasil Membongkar Literasi terkait Bendera Nabi SAW itu dan ternyata HTI telah Salah Besar atas Bendera Nabi.
Pertama :
Bendera Nabi bentuknya tidak seperti itu.
Kedua :
Yang Sangat Fatal adalah bahwa Bendera Nabi Tidak Pernah dikibarkan oleh Nabi dan Para Sahabatnya dalam Situasi Damai.
Bendera Nabi hanya dikibarkan dalam Kondisi Perang melawan musuh.
Lalu dalam konteks Indonesia, apa yang HTI telah lakukan ?
Mereka mengibarkan Ribuan Bendera HTI yang diklaim sebagai Bendera Nabi sementara Negara dalam kondisi Damai. Lalu Ajaran dan Tuntunan Siapa yang mereka ikuti ?
Ya Tuhan, betapa telah sangat banyak Umat ini Diajak oleh Orang-orang yang Tidak Paham Agama dan akibatnya sangat fatal.
Umat bisa Tersesat dalam pertumpahan darah gara-gara mengikuti Orang-orang Bodoh namun dijadikan Pimpinan Agama.
Sebagaimana detik.com menulis (25/10),
Eks Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) merespons Insiden pembakaran bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.
Menurutnya tidak tepat bila disebut bendera tersebut Dikaitkan dengan Bendera Rasulullah Nabi Muhammad SAW.
"Kita semua harus jujur dengan apa yang terjadi, saya pikir ketika kita bicara tentang Atribut Bendera, tidak pas kalau semata kita bicara bahwa, Wah itu kan Bendera Rasul, misalnya. Itu kan Zaman Rasul bendera itu sudah ada," kata TGB
di Jl Proklamasi no 53, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).
TGB mengatakan dirinya telah mengecek literatur soal bendera Rasulullah. TGB yang juga sebagai Ulama sekaligus Cendikiawan Muslim ini mengatakan Tak Pernah menemukan Literatur yang menceritakan Bendera Rasulullah dikibarkan di Situasi Damai.
"Saya sampai hari ini, saya mengecek di semua khazanah Kitab-kitab Hadits tentang Perjalanan Rasul, saya dari awal sampai akhir, saya belum pernah menemukan ada satu narasi terkait dengan Bendera Rasul itu Dikibar-kibarkan di Madinah dalam Keadaan Damai, dalam keadaan damai, biasa-biasa, lalu bendera masa perang dikibarkan, itu Tidak Pernah Ada. Sampai sekarang saya Nggak Menemukan," lanjut dia.
TGB kemudian menyinggung soal HTI yang Dilarang di Negara lain. Pelarangan tersebut tak serta merta menjadi sebuah sikap Anti-Islam. Dia menyebut ada 20 Negara yang melarang, termasuk Turki, Arab Saudi, sampai Mesir.
Dan dengan demikian, tidak masuk akal Menuduh pihak yang Menolak bendera HTI itu disebut sebagai pihak yang Anti Islam. Beranikah mengatakan Arab Saudi sebagai Negara yang Anti Islam ?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Shalawat Taisir adalah suatu Shalawat yang bermanfaat selain mendapat pahala bagi pembacanya juga mempunyai ke ajaiban yang sangat menakj...
-
Oleh Suryono Zakka Walau telah sekian lama NKRI berdiri, Walau sudah sekian lama kita merdeka, namun upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan...
-
Aksi terorisme yang kian parah, mengundang perhatian kita bersama untuk melakukan berbagai upaya dalam membendungnya sehingga tidak sema...
-
Kuncine Ngaji Al Qur'an iku ono telu: 1. Ojo nyawang sopo gurune (Jangan melihat siapa gurunya) 2. Ora usah isin karo umur (Jang...
-
Sebuah kemajuan yang sangat disyukuri dan diapresiasi dengan meningkatnya semangat keagamaan umat muslim di Indonesia. Kemajuan ini bisa ...
-
MENGAPA : 1. Dijaman rosululloh blom ada tanda baca, jadi ini liwa dan rayah palsu 2. Apa jadinya kalau bendera rosululloh dipegang ol...
-
Kita semua sepakat bahwa Islam adalah agama rahmat bagi sekalian alam. Agama Islam bukan hanya untuk bangsa Arab namun juga untuk bang...
-
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Soeharto Lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ia lahir dari keluarga petani yang menganut Kejawen. Keyakinan keluarga...
-
Permasalahan ini memang terbilang klasik. Deretan kitab fikih generasi salaf pun telah banyak mengupas tema ini sesuai dengan corak mazha...

No comments:
Post a Comment