Friday, November 23, 2018
PWNU Jatim Tegaskan Penolakan Kelompok Radikal
Banyak pihak menilai pilpres 2019 bukan hanya soal pertarungan memperebutkan jabatan presiden dan wakil presiden, akan tetapi lebih dari itu yakni pertarungan pengaruh antara kelompok garis halus yang menjunjung nilai-nilai keberagaman dengan kelompok garis keras.
#2019GantiPresiden merupakan gerakan yang dibentuk oleh oposisi dengan dengan memanfaatkan kelompok-kelompok yang selama ini memusuhi pemerintah.
#2019GantiPresiden di Surabaya, Ada Nama Abu Jibril Terdakwa Kasus Terorisme
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan oleh pemerintah, berada di balik gerakan ini, selain ormas semacam Front Pembela Islam (FPI) yang kita semua sudah tahu bagaimana ormas ini melakukan dakwah.
Untuk itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan tak akan membiarkan kelompok garis keras menguasai kepemimpinan Indonesia.
Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mengatakan majunya Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi merupakan amanat kader NU dalam menjaga Islam moderat dan Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah.
"Jadi beliau mau karena untuk menjaga keutuhan daripada ribut-ribut. Lalu beliau mengatakan juga amanat kepada kader NU itu menjaga ajaran Islam Ahlussunnah yang moderat dan menjaga keutuhan NKRI," ujar Kiai Marzuki.
Selain itu, Kiai Marzuki juga mengatakan warga NU jangan sampai mempunyai pemikiran bodoh yang menganggap majunya kiai Ma'ruf menyalahi khittah atau alasan apapun yang dihembuskan lawan politik beliau sementara disisi lain negara terancam dikuasai kelompok garis keras.
"Sangat bodoh sekali jika ada orang yang berbeda alasan khittah atau alasan apa, lalu membiarkan negara dikuasai oleh aliran keras atau membiarkan negara dikuasai, didanai asing atau negara dikuasai oleh kelompok Islam yang menentang Ahlussunnah Wal Jamaah, atau membiarkan negara dipimpin oleh orang yang mengancam keutuhan bangsa," katanya.
Kiai Marzuki melanjutkan, NU secara organisasi memang tak boleh terlibat dalam politik praktis, namun belakangan ini para kiai membaca gelagat politik yang tidak baik di Indonesia.
Kelompok yang selama ini kerap menebarkan kebencian dan mengandalkan kekerasan dalam berdakwah bahkan ada yang ingin mengganti sistim negara, bersatu mendukung salah satu pasangan calon capres-cawapres. Kalau kondisi ini dibiarkan maka akan mengancam Islam Ahlissunnah wal Jamaah dan NKRI.
"Sampai ini kiai-kiai akan membaca ada gelagat, ada indikasi, entah orangnya atau pendukungnya atau penyandang dananya, dikhawatirkan bisa mengancam Islam moderat, bisa mengancam Islam Ahlussunnah Wal Jamaah atau sedikit mengancam NKRI, atau makin dekat dengan gerakan asing," paparnya.
Kiai Marzuki mengatakan, keterlibatan para kiai dalam politik bukan ambisi pribadi tapi semata-mata panggilan untuk menyelamatkan NKRI dan paham yang dibawa NU.
"Jika ada dari kader NU yang mendapat amanah menjaga NKRI dan menjaga Islam moderat harus mau berperan di sektor apapun, harus mau berperan di tingkat apapun. Ini bukan ambisi politik pribadi, tapi memang panggilan misi yang dibawa NU menjaga Ahlussunnah dan NKRI," pungkasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Oleh Suryono Zakka Walau telah sekian lama NKRI berdiri, Walau sudah sekian lama kita merdeka, namun upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan...
-
Oleh Suryono Zakka Ada orang yang beragama namun hilang kemanusiaannya. Mati rasa sifat kasih sayangnya. Sumpah serapah keluar dari lisan...
-
Soeharto Lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ia lahir dari keluarga petani yang menganut Kejawen. Keyakinan keluarga...
-
Alkisah, K.H. Muhammad Arwani disuruh ayahnya, KH. Amin, untuk mengantarkan adiknya, KH. Da`in Amin, untuk mentashihkan bacaan tahfidz Qu...
-
KH NACHROWI THOHIR - BUNGKUK SINGOSARI (1900 -1980): PENDIRI NU, PELOPOR LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF NU “Ketahuilah, bahwa kelak, su...
-
Tidak banyak yang tahu kalau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah menyiapkan Undang-undang Dasar (UUD) Negara Khilafah, mereka sudah memut...
-
Oleh Suryono Zakka Hal inilah yang menjadi perbincangan terutama warga NU, baik yang merespon positif maupun negatif. Menyikapi keputusan...
-
Oleh: Abdul Wahab Ahmad. Hukum itu ditentukan oleh *Allah dan Rasulullah* saja. Keduanya disebut *Syari*. Tak ada pihak ketiga dalam hal ...
-
Kota ini adalah kota Dimasyq yaitu ibukotanya Suriah yang sekarang disebut DAMASKUS Banyak ulama dan intelektual yang lahir, atau pernah ...
-
Puluhan orang tewas dalam ledakan bom bunuh diri yang menargetkan sejumlah besar tokoh agama di Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Pelaku melak...

No comments:
Post a Comment