Monday, December 3, 2018
Habib Luthfi: Jangan Seperti Ayam Bangkok!
Habib Luthfi bin Yahya merupakan satu di antara ulama kharismatik Indonesia yang terkenal intens menggelorakan semangat cinta tanah air kepada seluruh elemen bangsa. Ulama kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah pada 10 November 1947 ini tidak pernah lelah menggelorakan nasionalisme dan persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Begitu juga saat hadir di Lampung, Jumat (30/11) malam memenuhi undangan Korem 043/Garuda Hitam Provinsi Lampung, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqah al Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) ini kembali mengingatkan pentingnya nasionalisme, persatuan dan kesatuan.
Dalam kehadirannya untuk memberikan mauidzatul hasanah pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Habib Luthfi mengingatkan jangan sampai para ulama maupun para habib saling gontok-gontokan demi kepentingan seseorang ataupun kelompok tertentu.
“Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia, seperti Nabi juga bangga dengan kebangsaannya, kata Rasulullah Inni arabiyyun (Sesungguhnya saya bangsa Arab). Jangan seperti ayam Bangkok," kata Habib Luthfi.
“Ayam bangkok itu, netes (lahir) di Indonesia, cari makan di Indonesia, tidurnya di Indonesia, matinya juga mungkin di Indonesia, tapi ia tidak pernah bangga dengan Indonesia, wong kemana-mana Bangkok terus,” jelasnya.
Dalam momentum Maulid Nabi ini, Habib Luthfi juga mengajak jamaah untuk berpikiran maju dan berfikir bagaimana agar bangsa Indonesia ini bisa sejahtera, rukun serta tidak mudah diadu domba dengan kabar-kabar hoaks,
“Wali Songo, walaupun mereka sudah tidak ada, sudah meninggal dunia, akan tetapi mereka masih bisa menggerakkan perekonomian umat dan mampu menjadi perekat umat Islam, lha kita yang masih hidup ini, apa yang bisa kita lakukan?. Ampel itu kampung dulu,” lanjut Habib Luthfi.
Menurutnya andai tidak ada makam Sunan Ampel di sana maka kemungkinan besar Ampel tidak akan menjadi pasar yang sebesar saat ini.
"Berapa putaran uang setiap harinya di sana, apalagi di bulan-bulan yang ramai peziarah," kataHabib Luthfi kepada jamaah yang memenuhi lapangan Makorem 043/Gatam.
Sementara itu Danrem 043/Gatam Erwin Djatniko berharap momentum kelahiran Nabi Muhammad mampu menginspirasi umat Islam dan mampu memetik hikmah dari peristiwa mulia tersebut. Lebih dari itu lanjutnya, umat Islam harus mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanakan tugas sehari-hari khususnya bagi prajurit dan Aparatur Sipil Negara.
“Sikap kedisiplinan dan kejuangan kita tidak hanya didasari sebagai tuntutan kedinasan, tetapi diwujudkan pengamalan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga tambah Erwin adalah sebagai sarana silaturrahmi untuk lebih memantapkan serta menumbuh kembangkan rasa kebersamaan.
(Muhammad Faizin)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Islam Nusantara adalah Islam yang hidup dan dipahami oleh masyarakat muslim Nusantara. Ia bukan madzhab dan bukan pula sempalan agama ba...
-
Oleh Suryono Zakka Suara NU sebagai suara mayoritas selalu dipertaruhkan dalam arena politik terutama dalam Pileg dan Pilpres. Tak heran j...
-
Kau pembela kaum tertindas Kau penyelamat kaum minoritas Kau penyejuk kegersangan spiritualitas Kau pendidik kaum yang rindu moralit...
-
Kita semua sepakat bahwa Islam adalah agama rahmat bagi sekalian alam. Agama Islam bukan hanya untuk bangsa Arab namun juga untuk bang...
-
Oleh Suryono Zakka Sungguh kemuliaan bagi orang yang dikaruniai Allah kemampuan menghafal Al-Qur'an. Mereka akan dimuliakan oleh ...
-
Sepanjang yang saya ketahui, jomblo dapat diklasifikasikan menjadi tiga yakni: 1. Jomblo Pasif Jomblo jenis ini adalah jomblowan dan ...
-
Rifdah Farnidah seorang Hafidzah asal Kecamatan Tanjungkerta, Kab. Sumedang Jawa Barat, berhasil meraih juara 2 pada Musabaqoh Hifdzil Qu...
-
Kata fitnah berakar dari kata fatana. Ketika seseorang berkata fatantu al-fidhdhah wa al-dzahab, artinya adalah bahwa ia membakar perak...
-
Komponen Islam terhimpun dalam tiga konsep yaitu akidah, syariah dan akhlak yang kemudian dikenalkan Rasulullah sebagai pilar Iman, Islam...
-
Ada beberapa redaksi hadits yang mengindikasikan tentang kebolehannya meminum air kencing unta sebagai terapi atau pengobatan. Diantara...

No comments:
Post a Comment