Saturday, December 8, 2018
Menengok Aktifitas NU Malaysia
KeAswajaan Malaysia tidak saya ragukan sebagai ajaran mayoritas. Amaliah keseharian yang juga sama dengan di Indonesia dapat dengan mudah Anda jumpai disini.
Warga Indonesia yang berada di Malaysia juga tidak kita ragukan lagi sebagai pengamal Aswaja. Bahkan mereka termasuk yang mempelopori berdirinya Pengurus Cabang Istimewa (Luar Negeri) Nahdlatul Ulama dan sudah menghadiri Muktamar NU ke 30 di Pondok Lirboyo, 1999 silam. Kini PCI NU Malaysia sudah melengkapi dengan berbagai Badan Otonom, PCI Muslimat, PCI Fatayat, PCI Ansor, PCI Pagar Nusa, KMNU (khusus mahasiswa) dan sebagainya. Saat ini Ketua PCI NU Malaysia adalah Ust Ihyaul Lazib.
Menjadi lebih istimewa bagi saya adalah ada warga Malaysia mendirikan NU sebagai pertubuhan (organisasi) resmi kerajaan Malaysia sejak 2012, di Kuala Lumpur dan Selangor. Memang presiden pertubuhan NU Malaysia adalah H. Ahmad Rofi'i (paman dari Ust Farmadi Hasyim dari Madura) yang sudah menetap dan menjadi warga negara Malaysia. Lagi-lagi saya tidak ragu dengan keNUan orang Madura meskipun ada di negara lain. Ada pepatah mengatakan "Dimana langit dijunjung, disitu ada tanah yang diinjak oleh orang Madura".
Semakin terkejut ketika ada banyak warga Malaysia yang aktif di pertubuhan NU Malaysia. Sebut saja Kyai muda, Tuan Guru Ahmad Faiz Hafizuddin lulusan Al-Azhar Mesir ini. Beliau lebih NU dari pada saya. Ketika hadir di malam pertama saat shalawatan di pesantren beliau di daerah Sungai Buloh Selangor, beliau memakai atribut NU mulai dari kepala hingga ujung kaki (songkok NU, jaket NU dan sarung NU). Semoga Allah memberi kesehatan untuk beliau, panjang umur, kemudahan mengembangkan pesantren dan membesarkan NU Malaysia.
NU memang bukan terbatas untuk Indonesia, sebab lambang NU adalah lambang jagat, se-dunia.
(KH.MA'RUF KHOZIN)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
A. Secara Etimologis (Bahasa) 1. Menurut Al-Lihyani (w. 215 H) Kata Al-Qur'an berasal dari bentuk masdar dari kata kerja (fi...
-
Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Infithaar (Terbelah). Surah Makkiyyah; Surah ke 82: 19 ayat “BismillaaHir rahmaanir rahiim. 1. apabila lang...
-
KALIMAT IJAZAH SHOLAWAT MULIA INI DARI HABIBANA RAFIQ ALKAFF BAGI JAMAAH MAJLIS MIFTAHUSSURUR Banjarmasin, MAYDANUL ANWAR Medan, AL-YUSRAIN ...
-
Majunya KH. Ma'ruf Amin sebagai Cawapres diapresiasi Kiai sepuh Ponpes Lirboyo Kediri. Kiai sepuh berharap, santri dan warga NU mendu...
-
Dalam rangka menjaga kondisi kedamaian, kerukunan dan persatuan masyarakat Kecamatan Sawangan yang telah terpelihara dengan baik dari keh...
-
Disebut sebagai dua saudara kembar karena kedua sekte ini adalah sekte pencela. Bedanya, jika Rafidhi, Rawafidh atau Rafidhah adalah menc...
-
Wahai adindaku Jagalah pandanganmu Lembutkanlah bahasamu Sucikanlah hati dan pikiranmu Agar fitnah dunia tak menginta...
-
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kec. Tungkal Jaya hari ini tepatnya 28 Agustus 2018 mengadakan agenda rapat konsolidasi dan...
-
AIR MUTLAK DAN ISLAM NUSANTARA http://www.annahlbsdcity.com/kegiatan/artikel/serba-serbi/air-mutlak-dan-islam-nusantara/ AIR MUTLAK DAN...
-
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq menceritakan, suatu ketika KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ...


No comments:
Post a Comment