Sunday, December 9, 2018
Monopoli Kebenaran ala Khawarij
MONOPOLI KEBENARAN DALAM BERPOLITIK DEMI MENGGAPAI KEKUASAAN DENGAN MENGATAS NAMAKAN AGAMA, HANYA AKAN MENCATATKAN TOREHAN SEJARAH KELAM & PENCORENGAN ATAS KEMULYAAN ISLAM YG RAHMATAN LIL ALAMIN.
Menurut sejarawan al-Thabari, jenazahnya Sayyidina Ustman terpaksa “bertahan dua malam karena tidak dapat dikuburkan”.
Ketika mayat itu disemayamkan, tak ada orang yang bersembahyang untuknya.
Siapa saja dilarang menyalatinya.
Jasad orang tua berumur 83 itu bahkan diludahi dan salah satu persendiannya di patahkan.
Karena tak dapat di kuburkan di pemakaman Islam, maka terpaksa dimakamkan di Hisy Kaukab, wilayah pekuburan Yahudi.
Siapa dia ?
Dia adalah Usman bin Affan, khalifah ke-3.
Sahabat Rasul yang di angkat sebagai khalifah pada tahun 644 itu–melalui sebuah musyawarah terbatas antara lima orang.
12 tahun kekhalifahannya berujung pada pembunuhan.
Para pembunuhnya bukan orang Majusi, bukan pula orang yang murtad, tapi orang Islam sendiri yang bersepakat memberontak.
Pada tahun 661, setelah lima tahun memimpin, Ali dibunuh dengan pedang beracun.
Ali Bin Abi Thalib khalifah ke-4 itu wafat setelah dua hari kesakitan.
Siapakah pembunuhnya ?
bukan orang yahudi atau orang kafir tetapi orang islam sendiri yang diketahui pengetahuan agamanya luas.
Dia adalah Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi, adalah orang yang di kenal sangat taat dalam aqidah.
Ia seorang ahli ibadah, ahli shalat, shaum, dan penghafal Al-Qur’an.
Sebagai hukuman karena membunuh Ali, ia juga mati ditebas pedang. Mayatnya dibakar.
Kekerasan di balas kekerasan. Tidak ada hukum yang beradab dalam kontek politik. Padahal islam tidak mengajarkan itu.
Tetapi politisasi agama punya dalil untuk itu.
Pertanyaannya adalah mengapa sampai orang islam membunuh Usman yang jelas sahabat terbaik rasul dan Nabi sendiri telah menjamin dia akan masuk surga.
Mengapa sampai orang tega membunuh Ali yang jelas kerabat Nabi dan juga menantu Nabi Muhammad. Mengapa ?
ternyata sumber masalah soal politik kekuasaan. Ya politisasi islam.
Mereka yang kebelet ingin berkuasa menebarkan fitnah dan ujaran kebencian terhadap penguasa. Tentu menggunakan dalil cocoklogi.
Akibatnya seperti halnya Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi, karena tenggelam dalam fitnah Khawarij, ia menjadi pembunuh.
Menurut Sabda Nabi, kelompok Khawarij adalah kaum yang banyak membaca Al-Qur’an tetapi tidak memahami apa yang dibaca. Bahkan memahaminya dengan pemahaman yang menyimpang dari kebenaran. Merekalah sebetulnya musuh islam. Musuh peradaban.
Dalam sejarah Islam—sebagaimana yang umumnya sudah diketahui.
Jika islam di politisir, yang terjadi adalah sebuah riwayat panjang tentang arus yang surut. Penyair muslim kelahiran India, Hussain Hali (1837-1914), yang menggambarkan bagaimana peradaban yang pernah jaya pada abad ke-8 itu akhirnya ”tak memperoleh penghormatan dalam ilmu, tak menonjol dalam karya dan industri”.
Yang kemudian berlangsung adalah Islam yang hanya sibuk dengan urusan langit dan lupa akan bumi yang mengharuskan bersaing mendapatkan kemakmuran dengan jerih, iktiar atas dasar iptek.
Politisasi islam output nya hanyalah kumpulan orang yang tak henti menyalahkan lawan politiknya.
Yang disebut dengan "islamic golden age" adalah masa dimana kaum muslim berlomba2 menyauk ilmu pengetahuan dan mengembangkan teknologi, sementara masa2 dimana kaum muslim bergerombol2 hanya untuk merebut kekuasaan, adalah masa-masa kelam sejarah mereka.
Sumber : Akun Wahyudin Atta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Islam Nusantara adalah Islam yang hidup dan dipahami oleh masyarakat muslim Nusantara. Ia bukan madzhab dan bukan pula sempalan agama ba...
-
Oleh Suryono Zakka Suara NU sebagai suara mayoritas selalu dipertaruhkan dalam arena politik terutama dalam Pileg dan Pilpres. Tak heran j...
-
Rifdah Farnidah seorang Hafidzah asal Kecamatan Tanjungkerta, Kab. Sumedang Jawa Barat, berhasil meraih juara 2 pada Musabaqoh Hifdzil Qu...
-
Kau pembela kaum tertindas Kau penyelamat kaum minoritas Kau penyejuk kegersangan spiritualitas Kau pendidik kaum yang rindu moralit...
-
Kita semua sepakat bahwa Islam adalah agama rahmat bagi sekalian alam. Agama Islam bukan hanya untuk bangsa Arab namun juga untuk bang...
-
Oleh Suryono Zakka Sungguh kemuliaan bagi orang yang dikaruniai Allah kemampuan menghafal Al-Qur'an. Mereka akan dimuliakan oleh ...
-
Oleh Suryono Zakka Hal inilah yang menjadi perbincangan terutama warga NU, baik yang merespon positif maupun negatif. Menyikapi keputusan...
-
KH. NAWAWI BERJAN PURWOREJO "TOKOH DIBALIK BERDIRINYA JAM'IYYAH AHLI THARIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH ( JATMAN ) " ...
-
Oleh Suryono Zakka Dalam sebuah video, tokoh Wahabi bernama Yazid Jawaz mengatakan bahwa onani saat puasa hukumnya bersifat ikhtilaf atau...
-
Slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadits tidak boleh dimakan secara mentah. Jika semangat kembali kepada Al-Qur’an dan hadits hanya di...

No comments:
Post a Comment