Friday, July 12, 2019
Mengapa Banser Menolak 'Pengajian'?
Oleh Suryono Zakka
Tidak ada ceritanya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menolak atau membubarkan pengajian. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai Badan Otonom (Banom) NU yang menaungi Banser selalu menjaga marwah NU. Menjaga kehormatan dan mendukung cita-cita NU sebagai Ormas keagamaan yakni menyebarkan dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah seluas-luasnya keseluruh Nusantara hingga keseluruh dunia.
Banser tidak pernah alergi dengan kegiatan keagamaan. Bagaimana Banser dituduh alergi dengan pengajian padahal Banser selalu mengawal dan mengamankan kegiatan pengajian. Mengawal ulama dan kiai-kiai NU agar kegiatan pengajian berjalan kondusif dan aman. Banser adalah mitra TNI-Polri dalam menjaga NKRI.
Benarkah isu yang beredar bahwa Banser suka membubarkan pengajian? Tidak benar. Hal itu hanyalah fitnah belaka dari kelompok-kelompok yang anti terhadap Banser-NU. Tidak heran jika Banser selalu dibenci dan dicaci maki oleh mereka yang sangat anti dengan NU dan NKRI.
Jika Banser selama ini diisukan suka membubarkan pengajian sebenarnya Banser tidak membubarkan dan tidak menolak pengajian tapi Banser menolak provokator yang berkedok pengajian. Banser hanya menolak kegiatan provokasi yang dilakukan oleh oknum bergaya ustadz pengajian.
Ada dua jenis provokator yang ditolak oleh Banser yakni:
1. Provokator anti Aswaja-NU
Provokator jenis ini adalah mereka yang kerap menyesatkan umat dan menuduh Aswaja-NU sebagai kelompok pembuat kebid'ahan. Menolak kelompok yang pemahamannya bertentangan dengan akidah Aswaja. Kelompok Wahabi yang gemar mengkafirkan dan menuduh NU sebagai biang kesyirikan. Provokator yang berkedok ustadz jenis ini adalah yang lidahnya selalu fasih teriak kafir, munafik bahkan menuduh ulama NU sebagai Syiah.
2. Provokator anti NKRI
Provokator jenis ini adalah oknum-oknum ustadz pengajian yang selalu meneriakkan anti Pancasila. Tidak segan-segan mulutnya teriak NKRI produk kafir dan thaghut sehingga bernafsu menegakkan negara khayalan ala khilafah di mimbar-mimbar khutbah dan forum pengajian. Provokator jenis ini juga sangat berbahaya karena berkedok kiai haji dan pengasuh pondok pesantren. Mengaku sebagai Aswaja namun telah terkontaminasi oleh virus khilafah.
Jelaslah bahwa Banser tidak pernah sekalipun membubarkan pengajian. Banser hanya menolak provokator yang membuat kerusuhan dan membuat ketegangan antar umat beragama. Menolak mereka yang berpaham radikal-ekstrimis yang tidak menghargai keanekaragaman perbedaan pendapat. Jadi kelompok provakator itulah yang sejatinya anti Islam. Merusak ajaran Islam dan menciderai kebhinekaan.
Jika sampai hari ini Banser dibenci dan dihina oleh mereka yang anti NU dan anti NKRI maka itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Banser. Ansor-Banser sedikitpun tidak akan ciut nyali apalagi gentar menjaga NU dan NKRI. Tugas menjaga NU dan NKRI memang berat. Biarlah Ansor-Banser yang menjaga NU dan NKRI karena Dilan tidak akan sanggup menjaganya.
Menjadi Banser adalah kemuliaan. Karena menjadi Banser adalah tugas terhormat, Habib Luthfi pernah berkata: "Seandainya Allah menjadikan aku ahli surga maka pemberian Allah itu tidak akan aku ambil sebelum semua Banser masuk surga".
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Beliau adalah KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, seorang ulama besar yang sampai akhir hayat beliau masih memberikan ilmu agama bagi masya...
-
Kitab Fathul Izar adalah karya ulama Nusantara. KH. Abdullah Fauzi Pasuruan. Menerangkan tentang perihal nikah dan yang berkaitan dengan ...
-
Kita pasti bertanya2 "mengapa Arab Saudi dan sekutu-sekutunya (Yordania, Kuwait, UEA, dan Irak (sekarang), tidak membantu Palestina ya...
-
Banyak warganet yang bekomentar negatif atas informasi yang beredar luas melalui media sosial terkait Workshop Al-Qur’an Nusantara yang...
-
Ulama (العلماء) berarti orang yang memiliki banyak ilmu, secara pokok adalah ilmu-ilmu agama ditambah ilmu-ilmu umum non agama. Berdasark...
-
📗 NGAJI KITAB “MASA’ILUSSHOLAT” Ep.03 Karya Syaikhunaa KH Ahmad Yasin Asymuni [ Pengasuh PPHT Petuk Kediri ] Tema : Permasalahan Wakt...
-
Pada suatu hari, presiden ke empat K.H Abdurahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur, duduk di emperan masjid selepas sembahyang Maghr...
-
Dahulu saya penganut ajaran salafi (atau yang sekarang biasanya disebut dengan WAHHABI),saya suka mengikuti dauroh-dauroh ustadz-ustadzny...
-
Wahai adindaku Jagalah pandanganmu Lembutkanlah bahasamu Sucikanlah hati dan pikiranmu Agar fitnah dunia tak menginta...
-
Lima tahun sudah Abdul Mutholib ngangsu kaweruh di Pondok Syubbaniyah Islamiyah Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat. Ia pulang ke rumah...
No comments:
Post a Comment