Sunday, September 16, 2018
Ustadz Mualaf Yahya Waloni Hina KH. Ma'ruf Amin dan TGB
Ustadz Yahya Waloni yang kondang di kalangan warganet jadi sorotan. Penyebabnya adalah ceramahnya yang dianggap sangat melecehkan ulama.
Ustaz yang sebelumnya nonmuslim itu mencaci KH Ma’ruf Amin dan M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB). Yahya menyebut Kiai Ma’ruf sudah uzur dan mendekati akhir umur bukanlah ulama yang bertakwa karena mau menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi Joko Widodo.
Selain itu, Yahya juga memelesetkan nama Tuan Guru Bajang menjadi Tuan Guru Bajingan. Sebab, TGB yang juga gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berilmu ternyata mendukung Jokowi.
Dalam pidato lainnya, Yahya juga melontarkan ucapan yang menghina Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri. Yahya mendoakan Megawati lekas meninggal dunia, dan menyebut tingkat inteligensi ketua umum PDI Perjuangan itu di bawah rata-rata.
Pernyataan-pernyataan Yahya Waloni itu membuat praktisi hukum yang juga Ketua Presidium Aksi Bela Islam Kapitra Ampera merasa prihatin. “Ungkapan itu tak pantas disampaikan manusia, apalagi ulama,” kata Kapitra Ampera dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).
Kapitra mendengar info yang menyebut Yahya Waloni merupakan seorang mualaf yang baru empat tahun menganut Islam. Namun, salah satu penggerak Aksi Bela Islam pada 4 November dan 2 Desember 2016 itu menilai Yahya bukanlah sosok yang tepat disebut ustadz ataupun ulama.
Calon anggota DPR dari PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Sumatera Barat itu menambahkan, Islam melarang caci maki kepada pihak yang masih seiman ataupun nonmuslim. Ironisnya, Yahya Waloni justru mengumbar caci maki ke sesama umat Islam.
“Ibu Mega itu Islam, kenapa dia mampu caci maki orang Islam? Kenapa Kiai Maruf dan TGB dicaci maki? Ini kesopanan sebagai manusia saja tak ada. Saya ragukan keulamaan ini orang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua umum pimpinan pemuda Nahdhatul Waton menuntut Pak Yahya Waloni segera minta maaf baik lisan maupun tulisan yg dimuat media nasional elektronik maupun cetak, paling lambat tiga hari sejak keluarnya pernyataan ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Satu waktu ketika hujan turun di Masjidil Haram, para jamaah berhamburan menuju Ka'bah dan berkerumun di bawah talang tempat air meng...
-
Jika Asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan, itu disebut dzikir (mengingat) lisan, namun jika Nama Allah diingat dengan hati, maka...
-
Al-Imam Jakfar Shadiq ؓ berkata, "Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulul...
-
Bagi kaum aswaja, maulid adalah hari yang istimewa dimana sang junjungan dan teladan manusia dilahirkan. Meskipun maulid tidak pern...
-
Kata fitnah berakar dari kata fatana. Ketika seseorang berkata fatantu al-fidhdhah wa al-dzahab, artinya adalah bahwa ia membakar perak...
-
Keutamaan Adzan. قال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ أَذَّنَ لِلصَّلاَةِ سَبْعَ سِنينَ مُحْتَسِبًا كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ...
-
KH. NAWAWI BERJAN PURWOREJO "TOKOH DIBALIK BERDIRINYA JAM'IYYAH AHLI THARIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH ( JATMAN ) " ...
-
1. Jamaah NU Kaffah Yang termasuk kelompok ini adalah mereka yang senantiasa istiqamah bersama NU lahir dan batin. Kualifikasi kelo...
-
“Rahasia Allah terletak pada makhlukNya.” “Sesama wali quthub meski memiliki pangkat kewalian yang sama tetapi memiliki sirr atau rahas...
-
Konsolidasi Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama se-Kalimantan Barat (Kalbar) di Pontianak diselenggarakan hari Sabtu, tanggal 15 ...
No comments:
Post a Comment