Wednesday, December 5, 2018
Tidak Sengaja Menghafal Al-Qur'an: Kisah Mbah Kiai Arwani Kudus
Alkisah, K.H. Muhammad Arwani disuruh ayahnya, KH. Amin, untuk mengantarkan adiknya, KH. Da`in Amin, untuk mentashihkan bacaan tahfidz Qurannya kepada KH. Muhammad Munawwir.
Ceritanya, K.H. Da`in Amin, sudah berhasil menghafalkan Alquran sendiri. Oleh ayahnya, hafalan tersebut diminta ditashihkan kepada K.H. Munawwir. K.H. Arwani sendiri belum hafal Alquran ketika itu, tetapi beliau sudah hebat mengaji kitabnya karena lulusan Pondok Jamsaren (Solo) dan Tebuireng (Jombang). Bahkan ketika di Tebuireng, oleh Almarhum K.H. Hasyim Asy’ari, beliau sudah diperkenankan menjadi qori` (pengajar) di masjid, yang kedudukan itu tidak akan diperoleh santri kecuali yang memang sudah mumpuni.
Proses mentashih hafalan Alquran tentu berlangsung berbulan-bulan. Dan K.H. Muhammad Arwani disuruh ayahnya untuk menunggui adiknya selama mondok di Krapyak. Berhari-hari menunggu adiknya mentashih hafalan Alquran, K.H. Arwani kemudian tahu bahwa K.H. Muhammad Munawwir juga mengaji kitab Matn Syatibiyyah, yaitu kitab panduan mengenai Qiro’ah Sab’iyyah. Beliau tertarik untuk ikut mengaji.
Niatan itu pun dihaturkan kepada K.H. Muhammad Munawwir. Oleh Mbah Munawwir keinginannya dipenuhi, asal mau membayar maharnya.
“Apa maharnya?” tanya Mbah Arwani.
“Maharnya (syaratnya), kamu harus hafal Alquran terlebih dahulu.” Jawab K.H. Munawwir.
Beliau kemudian menyanggupi syarat Mbah Munawwir untuk bisa ikut ngaji Matn Syatibiyyah, yaitu menghafal Alquran. Dan hanya dalam waktu 1,5 tahun, beliau sudah berhasil hafal keseluruhan Alquran. Sesudah itu beliau baru ikut mengaji kitab Syatibiyyah.
Di tengah perjalanan mengaji kitab tersebut, K.H. Amin memanggilnya pulang (boyong) untuk dikawinkan, mengingat usianya yang sudah cukup tua. Permintaan boyong itu ganti ditolak oleh Mbah Munawwir mengingat ngajinya belum hatam. Sesudah berembug, akhirnya disepakati kalau pulangnya sekadar akad nikah, tetapi kemudian langsung kembali lagi ke Pondok.
Baca Juga > KH Ali Maksum: Ilmiah, Demokratis, dan Gemar Silaturahmi
Singkat cerita, K.H. Muhammad Arwani kemudian berhasil menghatamkan Qiro’ah Sab’iyyah melalui Matn Syatibiyyah. Simbah K.H. Muhammad Munawwir bahkan berkata, “Siapa saja yang mau meraup semua ilmuku, silakan mengaji kepada Arwani.”
Hal itu dilakukan sebagai bentuk pujian kepada muridnya yang penuh mahabbah, setia, khidmah, tawadlu dan tentu saja cerdas itu. K.H. Arwani kemudian memang dikenal sebagai satu-satunya santri Mbah Munawwir yang belajar Matn Syatibiyyah hingga tuntas. Untuk kepentingan itu, beliau mondok di Krapyak selama 11 tahun. Kalau bacaan tahfidz Qiro`ah Masyhurah (riwayat Imam Hafsh dari Imam ‘Asim) berhasil beliau selesaikan selama 1,5 tahun, berarti beliau mengaji Qiro’ah Sab’iyyah selama 9,5 tahun.
Riwayat cerita ini saya (Hilmy Muhammad) dapatkan dari KH. Harir Muhammad (satu-satunya cucu Syaikh Muhammad Mahfudz Termas, dan murid Almarhum K.H. Muhammad Arwani Amin, Kudus, yang juga Pengasuh PP. Betengan, Demak, pada Malam Ahad, tanggal 22 Dzul-Qa`dah 1431 H/30 Oktober 2010 M. Cerita ini beliau dapatkan langsung dari gurunya, yaitu KH. Muhammad Arwani Amin
Ila ruukhi mbah arwani amin alfatikhah……
(Penulis: KH Dr Hilmy Muhammad, Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta dan Wakil Rais Syuriah PWNU DIY)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
PENGERTIAN DAN DEFINISI AHLUSSUNNAH WALJAMAAH Ahlussunnah Wal Jamaah adalah aliran Islam terbesar yang prinsip dasar ideologinya adalah...
-
Secara ringkas KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah pada 18 November 1912/8 Dzull Hijjah 1330) dengan KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU p...
-
Oleh Abu Akmal Mubarok Shalat jahriyah adalah shalat yang bacaannya dikeraskan sedangkan shalat sirriyah adalah shalat yang bacaan...
-
Shalat yang telah ditinggalkan dengan sengaja bagi yang sudah baligh wajib diganti yang disebut dengan qadha'. Hal ini berlaku ba...
-
Oleh Suryono Zakka Tanda-tanda Isim (علامة الاسم) ditandai dengan ciri-ciri berikut: 1. Bisa menerima i'rab jar, dikarenakan: -h...
-
Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin menghadiri acara Silaturahmi NU Sedunia di Mekah, Arab Saudi. Dalam forum itu, Ma'ruf, yang juga cawapr...
-
Oleh Suryono Zakka Ayat-ayat Tuhan memang akan senantiasa ditafsirkan oleh manusia sesuai dengan zaman, konteks dan masa dalam rangka ...
-
Permainan catur merupakan permaianan baru yang tidak ada dimasa Rasulullah. Permainan ini diyakini berasal dari India ...
-
A. Cara Wahyu Turun kepada Malaikat 1. Allah langsung berfirman kepada malaikat. Ayat Al-Qur'an yang mengindikasikan bahwa wahy...
-
AIR MUTLAK DAN ISLAM NUSANTARA http://www.annahlbsdcity.com/kegiatan/artikel/serba-serbi/air-mutlak-dan-islam-nusantara/ AIR MUTLAK DAN...

No comments:
Post a Comment