Wednesday, April 4, 2018
Teladanilah Kiai Ndeso, Jangan Ustadz Selebritis Apalagi Mendadak Ustadz!
Oleh Ahmad Bukhori
Banyak yang tidak tahu bahwa para kyai NU di kampung kampung itu hidupnya sangat sederhana. Jangankan Hummer yang harganya milyaran, sekelas avanza pun kadang mereka tidak punya. Begitu pula rumahnya. Beberapa kyai besar (khos) malah rumahnya menyatu dengan penduduk kampung dan malah rumah para kyai itu masih berdinding papan. Lucunya, jalan depan rumahnya hanya cukup untuk dilalui 1 buah mobil kecil press body.
Jangan pula membayangkan pakaian yang mereka kenakan dalam kesehariannya mirip Dimas kanjeng yang memakai sorban dan jubah besar yang megah. Biasanya para kyai itu pakaianya mirip petani tua kebanyakan. Malah adapula yang tidak mengenakan alas kaki. Harganya ? Taksiran saya tidak lebih dari 100rb untuk sarung dan baju.
Namun, jangan heran jika mereka memiliki santri yang berjumlah ribuan serta alumni ponpesnya yang berjumlah puluhan ribu. Jangan heran pula kalau mengetahui bahwa biaya mondok disana ada yang gratis, ada pula yang dibayar seikhlasnya.
Uniknya, mereka mengajarkan ilmunya serta memenuhi undangan untuk berdakwah tanpa mematok tarif. Bahkan untuk menemui mereka sangatlah mudah. Tidak perlu harus menghubungi tim menejemen untuk membuat janji pertemuan. Mereka dengan mudahnya ditemui 24 jam. Saya sendiri pernah sowan kepada salah satu kyai jam 1 dini hari.
Lalu bagaimana mereka menghidupi dirinya, keluarganya, dan pondoknya ? Inilah misteri rejeki Ilahi. Tentunya mereka mengandalkan tambak, sawah, dan kebunnya yang dikelola secara swadaya oleh para santri.
Tidak perlu mengedarkan proposal, tidak perlu pula meminta sana sini. Bahkan adapula yang setiap mengadakan mujahadah, seluruh jamaah yang hadir dipersilahkan menikmati hidangan sea food khas kampung secara gratis.
Seandainya mereka mau, berpuluh puluh mobil Hummer sampai ferari bisa berbaris rapi didepan rumahnya. Begitu pula untuk sekedar merenovasi rumahnya, ataupun jika hanya diperlukan untuk bergaya sekedar menikmati hidup.
Saya sendiri belum bisa dan mungkin tak akan mampu hidup seperti mereka. Pernah beberapa saat menimba ilmu dari mereka itu adalah sebuah kenikmatan. Menjadikan mereka contoh dan panutan hidup adalah keharusan tersendiri. Karena mereka mencontoh apa yang dilakukan Rosulullah dulu.
Intinya, mereka hidup dengan menepi dari kekuasaan, dan yang sedang berkuasa akan selalu mencari mereka untuk dimintai pertolongan dan nasehat. Mereka pula orang orang yang sudah selesai dengan urusan kenikmatan dunianya, bukan ?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Kuncine Ngaji Al Qur'an iku ono telu: 1. Ojo nyawang sopo gurune (Jangan melihat siapa gurunya) 2. Ora usah isin karo umur (Jang...
-
Berikut ini adalah wejangan Abuya Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki. 1. Siapa saja yang memiliki kitab wiridku, berarti ia telah mendapatk...
-
Oleh Suryono Zakka Walau telah sekian lama NKRI berdiri, Walau sudah sekian lama kita merdeka, namun upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan...
-
Oleh Suryono Zakka Ada orang yang beragama namun hilang kemanusiaannya. Mati rasa sifat kasih sayangnya. Sumpah serapah keluar dari lisan...
-
Soeharto Lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ia lahir dari keluarga petani yang menganut Kejawen. Keyakinan keluarga...
-
Alkisah, K.H. Muhammad Arwani disuruh ayahnya, KH. Amin, untuk mengantarkan adiknya, KH. Da`in Amin, untuk mentashihkan bacaan tahfidz Qu...
-
KH NACHROWI THOHIR - BUNGKUK SINGOSARI (1900 -1980): PENDIRI NU, PELOPOR LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF NU “Ketahuilah, bahwa kelak, su...
-
Oleh Suryono Zakka Hal inilah yang menjadi perbincangan terutama warga NU, baik yang merespon positif maupun negatif. Menyikapi keputusan...
-
Sunan Drajat adalah salah satu dari sembilan wali, dakwah wali songo ditanah jawa memang tidak bisa diragukan lagi, kesuksesan dan keb...
-
Namanya Adalah Habib Lutfi bin Yahya. Dikenal dengan Habib lutfi, seorang ulama kharismatik dari kota Batik Pekalongan. Beliau adalah...

No comments:
Post a Comment