Tuesday, September 4, 2018
Apakah Orang yang Sudah Wafat Bisa Mendengar?
Di Riwayat Kan Dari Qatadhah yang berkata :
Annas Ibn malik bercerita kepada kami dari abu thalhah bahwa nabi ﷺ memerintah kan untuk melempar kan 24 orang bangkai pembesar Quraisy kedalam lubang ( sumur yang terbuat dari bebatuan ) di antara lubang lubang yang ada di badar yang sangat buruk dan menjijikan .
Jika beliau ( nabi ﷺ ) mendapat kan kemenangan melawan suatu kaum , maka beliau berdiam di tempat persinggahan selama 3 hari.
Ketika perang badar memasuki hari ke 3 beliau memerintah kan untuk mempersiap kan hewan tunggangan beliau Dan mengikat kan pelananya lalu beliau berjalan di iringi oleh para sahabat.
Para sahabat berkata :
Tidak pernah di perlihat kan kepada kami beliau berangkat melain kan karena ada keperluan .
Hingga sampai di tepi sumur itu .
Beliau ( nabi ﷺ ) memanggil mereka ( orang kafir Quraisy yang sudah mati ) dengan nama nama mereka dan nama nama bapak mereka :
" Wahai fulan bin fulan , wahai fulan bin fulan , apakah kalian senang jika dulu mentaati allah dan Rasul nya ? , sungguh kamu telah mendapat kan apa yang telah di janjikan oleh tuhan kami dengan benar .
Apakah kalian juga mendapat apa yang telah di janjikan oleh tuhan kalian dengan benar ? "
Abu thalhah berkata :
Maka umar bertanya :
" Wahai Rosulullah ! Mengapa anda berbicara dengan jasad jasad yang sudah tidak ada Ruh nya ? "
Maka Rosulullah ﷺ menjelaskan :
" Demi dzat yang jiwaku berada di tangan nya , kalian tidak lah lebih dapat mendengar apa yang aku katakan pada mereka.
Jika ada yang mengatakan orang yang sudah mati tidak dapat mendengar panggilan dari orang yang masih hidup .
Maka dia telah menuduh Rosulullah ﷺ melakukan perbuatan yang sia sia.
Sementara dalam riwayat di atas yang di ajak bicara adalah mayat orang orang kafir yang memerangi islam .
Lantas ??? Apa yang terlintas di benak kita ???
Jika yang di panggil atau di ajak berbicara adalah jenazah auliya? Dan lebih dari itu jika yang di panggil adalah pemimpin dari para nabi ??? ( Rosulullah ﷺ ) .
📚 Kitab al-Jami As-Shahih atau yang lebih di kenal kitab Shahih Al-Bukhari . Jilid 3 halaman 268. Nomor hadist 3976 .Terbitan Ar-Risalah Al-alamiyyah cetakan pertama tahun 2011 M / 1432 H .
Source: Yaksin Aksara
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
A. Secara Etimologis (Bahasa) 1. Menurut Al-Lihyani (w. 215 H) Kata Al-Qur'an berasal dari bentuk masdar dari kata kerja (fi...
-
Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Infithaar (Terbelah). Surah Makkiyyah; Surah ke 82: 19 ayat “BismillaaHir rahmaanir rahiim. 1. apabila lang...
-
KALIMAT IJAZAH SHOLAWAT MULIA INI DARI HABIBANA RAFIQ ALKAFF BAGI JAMAAH MAJLIS MIFTAHUSSURUR Banjarmasin, MAYDANUL ANWAR Medan, AL-YUSRAIN ...
-
Majunya KH. Ma'ruf Amin sebagai Cawapres diapresiasi Kiai sepuh Ponpes Lirboyo Kediri. Kiai sepuh berharap, santri dan warga NU mendu...
-
Wahai adindaku Jagalah pandanganmu Lembutkanlah bahasamu Sucikanlah hati dan pikiranmu Agar fitnah dunia tak menginta...
-
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kec. Tungkal Jaya hari ini tepatnya 28 Agustus 2018 mengadakan agenda rapat konsolidasi dan...
-
AIR MUTLAK DAN ISLAM NUSANTARA http://www.annahlbsdcity.com/kegiatan/artikel/serba-serbi/air-mutlak-dan-islam-nusantara/ AIR MUTLAK DAN...
-
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq menceritakan, suatu ketika KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ...
-
Dalam rangka menjaga kondisi kedamaian, kerukunan dan persatuan masyarakat Kecamatan Sawangan yang telah terpelihara dengan baik dari keh...
-
Disebut sebagai dua saudara kembar karena kedua sekte ini adalah sekte pencela. Bedanya, jika Rafidhi, Rawafidh atau Rafidhah adalah menc...

No comments:
Post a Comment