Tuesday, October 16, 2018
Gus Mus: Islam Tak Sebatas Pakaian
Pakaian bukanlah ukuran untuk menilai keberislaman seseorang. Hal itu karena Islam lebih mementingkan isi daripada kemasan, lebih mementingkan substansi daripada permukaan. Oleh karena itu, Islam tidak bisa dilihat dari pakaian yang dipakai oleh seseorang. Ciri dari keberislaman seseorang bukan ditentukan melalui tampilannya, melainkan melalui akhlakul karimah, yaitu akhlak dan moralitas yang luhur.
Pesan itulah yang disampaikan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di depan ratusan jamaah pengajiannya dalam video yang diunggah di Youtube. Menurut Gus Mus, jika umat Islam ingin meniru Nabi Muhammad Saw, maka jangan hanya meniru cara berpakaiannya saja, melainkan juga meniru budi pekerti dan moralitas luhur Nabi. Nabi Muhammad dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah memaki-maki, maka kita juga jangan suka memaki-maki dan menebar kebencian.
“Mengikuti Nabi Muhammad itu bukan hanya melalui pakaian yang digunakannya saja. Mengikuti Nabi berarti mengikuti akhlak Nabi, Nabi tidak marah-marah, tidak methenteng-methenteng (jumawa),” tegas Gus Mus.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu, pakaian jubah pada masa Nabi bukan pakaian islami, tetapi pakaian budaya Arab. Jubah dan pakaian yang dipakai Nabi pada saat itu adalah pakaian lumrah dan menjadi kebiasaan orang Arab, bahkan orang-orang kafir Quraisy pun juga memakai Jubah.
Oleh karena itu, dalam pandangan Gus Mus, jika ada seseorang yang berpakaian jubah dan semacamnya, namun masih berperilaku buruk, mencaci-maki, berburuk sangka, menghina, dan memusuhi, maka ia sebenarnya tidak mengikuti akhlak Rasulullah, tetapi mengikuti perilaku Abu Jahal yang dikenal bengis, kejam, dan pemarah.
“Jika pakai jubah tapi wajahnya selalu marah, maka itu bukan mengikuti Nabi Muhammad SAW, tapi mengikuti Abu Jahal,” pungkasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Mendapatkan isteri yang ideal mungkin adalah impian para lelaki. Begitupun dengan wanita, siapa wanita yang tidak ingin memiliki suami sh...
-
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kec. Tungkal Jaya hari ini tepatnya 28 Agustus 2018 mengadakan agenda rapat konsolidasi dan...
-
📗 NGAJI KITAB “MASA’ILUSSHOLAT” Ep.03 Karya Syaikhunaa KH Ahmad Yasin Asymuni [ Pengasuh PPHT Petuk Kediri ] Tema : Permasalahan Wakt...
-
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Wahai adindaku Jagalah pandanganmu Lembutkanlah bahasamu Sucikanlah hati dan pikiranmu Agar fitnah dunia tak menginta...
-
A. Secara Etimologis (Bahasa) 1. Menurut Al-Lihyani (w. 215 H) Kata Al-Qur'an berasal dari bentuk masdar dari kata kerja (fi...
-
AIR MUTLAK DAN ISLAM NUSANTARA http://www.annahlbsdcity.com/kegiatan/artikel/serba-serbi/air-mutlak-dan-islam-nusantara/ AIR MUTLAK DAN...
-
Salafi-Wahabi memang lihai dalam mencari simpati. Mengaku sebagai saudara sesama muslim namun itu hanya siasat untuk mencari pengikut da...
-
Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Infithaar (Terbelah). Surah Makkiyyah; Surah ke 82: 19 ayat “BismillaaHir rahmaanir rahiim. 1. apabila lang...
-
Pakaian bukanlah ukuran untuk menilai keberislaman seseorang. Hal itu karena Islam lebih mementingkan isi daripada kemasan, lebih mementi...

No comments:
Post a Comment