Wednesday, June 3, 2020
Pengajar Pesantren di Muba Dapatkan BLT Tiga Bulan dimasa Pandemi Corona
Perwakilan ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba duduk berbaris rapi dengan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (3/6/2020) siang.
Lantunan shalawat terdengar merdu dibawakan para ustadz-ustadzah ini untuk menyambut kedatangan Bupati Muba Dr Dodi Reza yang dalam kesempatan itu menyalurkan bantuan secara simbolis untuk seribu ustadz dan ustadzah yang mengabdi di pondok pesantren se-Kabupaten Muba yang mana tiap ustadz ustadzah mendapatkan Rp600 ribu selama tiga bulan.
Di tengah pandemi wabah covid-19 ini ustadz dan ustadzah di Muba turut berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Dari sisi pendapatan ekonomi, para ustadz ustadzah ini juga terdampak, betapa tidak sejak terjadi wabah covid-19 terhitung pada Maret lalu aktifitas belajar mengajar di ponpes dan aktifitas Mengaji dari masjid ke masjid dan rumah ke rumah harus ditiadakan guna meminimalisir penularan wabah covid-19.
"Ya, sangat pengaruh pendapatan ekonomi. Santri diliburkan, aktifitas Mengaji masjid ke masjid dan rumah ke rumah juga harus ditiadakan. Alhamdulillah bantuan pak Bupati Dodi Reza untuk ustadz dan ustadzah ini sangat meringankan beban kami di tengah wabah covid-19 ini," ucap Pengasuh Ponpes An-Nahl Muba, Ustadz Jannata Hial Makwa.
Diceritakan Janna, keseharian dirinya mengajar ilmu Al-quran dan Hadits, namun ketika Maret lalu aktifitas tatap muka dengan santri ditiadakan.
"Kita harus tetap bertahan di tengah wabah covid-19 ini, kami para ustadz dan ustadzah tidak berhenti mengajar pendidikan Agama kepada santri, aktifitas tetap kami berikan secara online meski tidak semaksimal pertemuan tatap muka," ujarnya.
Dikatakan, dengan bantuan yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza sangat mensupport para pengasuh ponpes serta ustadz dan ustadzah meski sedang dihadapi wabah covid-19. "Bantuan pak Dodi ini penyemangat bagi kami untuk terus mensyiarkan ajaran Islam di Kabupaten Muba," ucapnya.
Senada dikatakan Ummi Kalsum, Ustadzah Guru Mengaji dari Kecamatan Bayung Lencir ini mengaku bantuan yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza sangat berguna dan diharapkan para ustadz dan ustadzah di tengah wabah covid-19.
"Alhamdulillah sangat meringankan beban kami para ustadz dan ustadzah di Muba. Semoga wabah ini segera berlalu dan pak Dodi selalu menjadi pemimpin yang peduli kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Muba," ungkapnya.
Sesepuh Pengasuh Ponpes di Muba, KH Abdul Hadi mengapresiasi inisiasi bantuan Bupati Muba Dodi Reza kepada para ustadz dan ustadzah di Muba. "Bantuan yang sangat diharapkan dan bermanfaat disaat ini, pak Dodi sangat mempedulikan kebutuhan masyarakatnya," tukasnya.
Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengatakan, adapun bantuan yang disalurkan tersebut setelah dikeluarkan SK Bupati Nomor: 225/KPTS-DINSOS/2020, 29 Mei 2020 yakni berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu tiap ustadz dan ustadzah yang diberikan selama tiga bulan Mei-Juli.
"Untuk bantuan kepada seribu ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba ini digelontorkan dana sebesar Rp1,8 Miliar dengan menggunakan dana APBD Muba," ungkap Dodi Reza yang juga Bapak Santri Sumsel di sela menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 1.000 ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba di
Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (3/6/2020).
Menurutnya, pandemi covid-19 sangat berimbas bagi ustadz dan ustadzah karena aktifitas kegiatan belajar mengajar dan baca tulis Alquran ditiadakan.
"Tentu dari sisi pendapatan bagi ustadz dan ustadzah sangat berkurang, saya menilai sudah sangat pantas mereka mendapatkan BST," ucap Dodi yang baru-baru ini dinobatkan Hasil Riset Indometer (Barometer Politik Indonesia) menjadi Tokoh Daerah potensial yang layak maju ke politik nasional.
Pada kesempatan tersebut, Dodi mengajak para ustadz dan ustadzah di Muba berdoa agar pandemi covid-19 segera berlalu. "Terus berdoa meminta kepada yang Allah Yang Maha Kuasa agar wabah covid-19 ini segera hilang, dan aktifitas dapat kembali berjalan normal," ajaknya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Muba, Opi Palopi menyebutkan melalui dana APBD Muba bantuan untuk sebanyak 1.000 ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba diberikan. "Anggaran yang dikucurkan Rp1,8 Miliar dan tiap ustadz ustadzah dapat Rp600 ribu selama tiga bulan Mei-Juli," bebernya.
Lanjutnya, bantuan khusus ustadz dan ustadzah ini sangat bermanfaat dan berguna terlebih saat ini yang sedang dihadapi dengan kondisi wabah covid-19 dan akan disalurkan melalui “rekening tabungaku ” Bank BRI.
"Kita ketahui bersama pendapatan ekonomi ustadz ustadzah ini juga berpengaruh karena aktifitas santri ditiadakan selama wabah covid-19, tentu bantuan pak Bupati Dodi Reza ini sangat meringankan beban mereka," ungkapnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
KALIMAT IJAZAH SHOLAWAT MULIA INI DARI HABIBANA RAFIQ ALKAFF BAGI JAMAAH MAJLIS MIFTAHUSSURUR Banjarmasin, MAYDANUL ANWAR Medan, AL-YUSRAIN ...
-
Mencegah kehamilan dengan alat kontrasepsi (KB) atau dengan mengeluarkan air spermanya di luar kemaluan perempuan itu hukumnya boleh tapi...
-
Khutbah Pertama الحمد لله الذي بنعمت اهتدى المهتدون وبعدله ضل الضالون احمده واتوب اليه اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان نبينا محمدا عب...
-
1. Anti Nabi dan Anti Dzuriyat Nabi Salafi Wahabi adalah satu-satunya sliran yang mengharamkan perayaan Maulid Nabi dengan alasan bid...
-
Setiap tahun tepatnya tanggal 22 Desember bangsa Indonesia merayakan hari ibu. Sedangkan dinegara lain, hari ibu diistilahkan dengan Mo...
-
Kita semua sepakat bahwa Islam adalah agama rahmat bagi sekalian alam. Agama Islam bukan hanya untuk bangsa Arab namun juga untuk bang...
-
Oleh Suryono Zakka Sungguh kemuliaan bagi orang yang dikaruniai Allah kemampuan menghafal Al-Qur'an. Mereka akan dimuliakan oleh ...
-
Oleh Suryono Zakka Ada sebagian kelompok menganggap bahwa Islam agama perang yakni agama yang mengajak pada pertumpahan darah. Pemahaman ...
-
Ada sebagian umat Islam yang menamakan diri mereka sebagai Salafi (nama lain dari sekte Wahabi) yang gemar mencela atau menuduh sesat ama...
-
Oleh Suryono Zakka Walau telah sekian lama NKRI berdiri, Walau sudah sekian lama kita merdeka, namun upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan...




No comments:
Post a Comment