Friday, March 23, 2018
Mengapa Sekte Wahabi Sangat Berbahaya?
Gerakan Salafi-Wahabi semakin hari semakin ramai baik dimedia sosial dan dunia nyata. Gerakan yang dimotori oleh Muhammad Bin Abdul Wahab dari Najd ini ternyata membawa permasalahan yang sangat serius terutama dalam bidang keagamaan.
Apa saja bahayanya sekte Wahabi bagi NKRI dan masyarakat dunia? Berikut penjelasannya!
1. Wahabi adalah sekte teror
Mengapa Wahabi dianggap sebagai sekte teror? Karena terorisme dan pelaku teror baik lokal Indonesia dan dunia berakidah Wahabi. Wahabi adalah sekte penghancur karena menebar teror dimanapun berada. Dimana ada aksi terorisme maka disana ada Wahabi dan dimana ada Wahabi maka disana akan muncul teror.
Hal ini bersesuaian dengan kelahiran sekte Wahabi yang juga penuh teror dan kejahatan. Muhammad Bin Abdul Wahab sang pendiri Wahabi melakukan perusakan di Hijaz dengan dalih pemurnian akidah. Bersekutu dengan Ibnu Saud dan Inggris untuk menggulingkan Syarif Hussein sang penguasa Hijaz yang berakidah sunni.
Aksi terorisme Wahabi terus berlanjut hingga saat ini. Dimanapun negeri-negeri sunni sangat menentang paham Wahabi. Kelompok-kelompok perusak dan penebar teror yang berakidah Wahabi diantaranya Jabhat Nusra, ISIS, Al-Qaeda dan sebagainya.
Tentang bahayanya paham Wahabi, jauh-jauh hari masyarakat Nusantara yang dipelopori oleh Hasratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Wahab Hasbullah telah mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai benteng Aswaja Nusantara dari gempuran akidah Wahabi. Dalam buku "Risalah Ahlussunnah Wal Jama'ah" KH. Hasyim Asy'ari menyebutkan bahwa Wahabi adalah ibarat duri dalam daging bagi umat Islam. Ibarat penyakit kusta yang sangat berbahaya dan umat Islam wajib menjauhinya.
2. Wahabi sebagai biang kesesatan
Wahabi adalah sekte yang sangat sesat. Kesesatan Wahabi yang sangat bertentangan dengan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah sebagai akidah mayoritas umat Islam diseluruh dunia antaralain pahamnya yang bersifat mujassimah atau menyerupakan Allah laksana makhluk, anti tawasul dan mengharamkannya mengatakan bahwa Allah berada dilangit, Allah berbentuk dan memiliki badan.
Selain itu, akidah Wahabi adalah mengikuti akidah yang dikenalkan oleh Ibnu Taimiyah yaitu akidah trinitas tauhid. Membagi tauhid menjadi tiga yakni rububiyah, uluhiyah dan asma wa sifat.
Wahabi sangat anti madzhab. Mengatakan bahwa orang yang mengikuti madzhab adaalah orang yang tersesat karena tidak mengikuti Al-Qur'an dan Al-Hadits. Menolak empat madzhab yang mu'tabar namun mengakomodasi pemikiran Ibnu Taimiyah dan muridnya yakni Ibnul Qayim Al-Jauziyah.
Kesesatan Wahabi yang lain adalah anti tasawuf sehingga penganut sekte Wahabi sangat garang, bengis, kejam dan radikal. Memahami ajaran Islam hanya bersifat tekstual dan siapapun yang tidak sesuai drngan tekstual ayat maka dituduh sesat.
Wahabi sangat gandrung mengkampanyekan slogan klasiknya yakni kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits. Orang yang mengikuti madzhab dituduh tidak kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits. Orang yang yang mengikuti ulama, habaib dan kiai dianggap menyimpang dari Al-Qur'an dan Hadits. Orang yang mengikuti jejak salafus shalih dan ulama salaf yang lurus dituduh sebagai ahli bid'ah dan sesat.
3. Wahabi sebagai kelompok takfiri
Satu-satunya kelompok yang gemar mengecap umat Islam lainnya sebagai kafir hanyalah sekte Wahabi. Dengan mengecap sebagai biang kekafiran maka kelompok Wahabi menganggap darah umat Islam lainnya adalah halal sehingga boleh ditumpahkan dalam rangka untuk menegakkan kalimat Allah.
Siapa yang menolak pendapat mereka pasti dicap kafir dan wajib untuk diperangi. Siapa yang menentang keyakinan mereka maka dituduh musyrik dan masuk neraka. Menurut mereka, surga hanya milik kelompoknya karena diluar kelompoknya dianggap biang kekafiran dan kemusyrikan yang tak layak untuk masuk surga.
Menjuluki umat Islam lainnya sebagai ahli bid'ah (sesat), kuburiyun (penyembah kubur) dan pengikut ajaran nenek moyang. Karakter yang sangat nampak dari sekte Wahabi adalah memecahbelah perdamaian Sunni dan Syiah. Mereka seakan merasa gatal dan terbakar tubuhnya jika Sunni dan Syiah berdamai. Dan mereka akan bernyayi riang gembira jika Sunni dan Syiah selalu berperang. Mencela Sunni sebagai ahli bid'ah dan mencela Syiah sebagai laknatullah.
Tidak salah jika sekte Wahabi dijuluki sebagai kelompok kaum pencela atau Nashibi yaitu kelompok yang gemar mencela dan akan celaka akibat perbuatannya yang suka mencela. Terutama kepada dzuriyat (keturunan) dan ahli bait nabi (keluarga nabi), Wahabi sangat hobi menghujat mereka.
4. Wahabi sangat anti keberagaman
Karena anti keberagaman dan perbedaan pendapat maka Wahabi sangat ekstrem, radikal dan rigid. Siapapun yang berbeda dan bertentangan dengan fatwa tokohnya maka dianggap ahli neraka.
Dalam mengambil nash dan dalil bersifat tekstual, harafiah dan dzahirnya ayat sehingga penafsiran yang mereka lakukan mereka anggap sebagai bagian dari syar'i dan pasti benar. Tidak ada penafsiran lain yang benar kecuali pendapat kelompoknya.
Betapa fanatiknya pengikut Wahabi sehingga ulama diluar golongannya dihujat dan dituduh sesat. Hanya ulama junjungannya yang pasti benar dan tidak ada kata salah. Kefanatikan mereka kepada tokoh hanya berputar-putar pada tokoh seperti Muhammad Bin Abdul Wahab, Bin Baz, Albani, Shalih Fauzan dan Utsaimin.
5. Wahabi sebagai perusak perdamaian
Karena menjadi sekte teror dimanapun berada maka keberadaan Wahabi sangat mengganggu ketertiban dunia dan perdamaian. Ukuran kebenaran hanya dari kelompoknya. Ukuran syariah hanya untuk golongannya. Ukuran sunnah hanya untuk para pengikutnya. Mendewakan sunnah namun akhlaknya jauh dari sunnah. Paham sunnah hanya sebatas dalil-dalil luar namun kehilangan akhlak sunnah. Merasa seolah pembela nabi namun akhlaknya jauh dari nabi.
Maka wajib bagi kita semua untuk menghadang sekte Khawarij gaya baru ini akar tidak merusak tatanan dunia. Seluruh umat Islam Sunni harus bersatu dalam membendung kelompok ini agar dunia tetap damai. Dalam konteks Indonesia, wajib bagi kita untuk menghadap kelompok ini agar tidak merusak amaliyah Aswaja dan tidak merusak tatanan NKRI.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
PENGERTIAN DAN DEFINISI AHLUSSUNNAH WALJAMAAH Ahlussunnah Wal Jamaah adalah aliran Islam terbesar yang prinsip dasar ideologinya adalah...
-
Oleh Suryono Zakka Tanda-tanda Isim (علامة الاسم) ditandai dengan ciri-ciri berikut: 1. Bisa menerima i'rab jar, dikarenakan: -h...
-
Secara ringkas KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah pada 18 November 1912/8 Dzull Hijjah 1330) dengan KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU p...
-
Oleh Abu Akmal Mubarok Shalat jahriyah adalah shalat yang bacaannya dikeraskan sedangkan shalat sirriyah adalah shalat yang bacaan...
-
Shalat yang telah ditinggalkan dengan sengaja bagi yang sudah baligh wajib diganti yang disebut dengan qadha'. Hal ini berlaku ba...
-
Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin menghadiri acara Silaturahmi NU Sedunia di Mekah, Arab Saudi. Dalam forum itu, Ma'ruf, yang juga cawapr...
-
Oleh Suryono Zakka Ayat-ayat Tuhan memang akan senantiasa ditafsirkan oleh manusia sesuai dengan zaman, konteks dan masa dalam rangka ...
-
Permainan catur merupakan permaianan baru yang tidak ada dimasa Rasulullah. Permainan ini diyakini berasal dari India ...
-
A. Cara Wahyu Turun kepada Malaikat 1. Allah langsung berfirman kepada malaikat. Ayat Al-Qur'an yang mengindikasikan bahwa wahy...
-
AIR MUTLAK DAN ISLAM NUSANTARA http://www.annahlbsdcity.com/kegiatan/artikel/serba-serbi/air-mutlak-dan-islam-nusantara/ AIR MUTLAK DAN...

Justru ustadz ustadz ini yg melawan teror.jgn asal nulis lah
ReplyDelete