Saturday, September 1, 2018
Ketika Utsman bin Affan digoyang Gerakan Ganti Khalifah
Oleh Gus Ziyya'ulhaq.
🏴 #Ganti_Khalifah_656_M
======================
Ujung dari gerakan #Ganti_Khalifah tahun 656 M, zaman khulafaur rasyidin utsman bin affan adalah :
1⃣ Khalifah amirul mukminin utsman bin affan tewas dibantai massal tanpa perlawan oleh para demonstran.
2⃣ Kudeta. Para demonstran berhasil merebut kekuasaan pemerintahan, menguasai masjid nabawi, menguasai mimbar nabi dan khotbah berisi caci maki, laknat serta vonis kafir murtad bagi almarhum utsman bin affan.
3⃣ Memaksa membuat pemimpin sendiri, sesuai keinginan para demonstran.
4⃣ Umat islam terpecah belah menjadi banyak kelompok faham dan golongan, meletus perang saudara bertubi-tubi, merembet kemana-mana tanpa henti.
5⃣ Umat islam terpecah belah menjadi banyak pemerintahan, masing-masingnya mengklaim sebagai pihak yang sah, legal dan resmi tampil menjadi penguasa pemerintahan.
🚩 #Begini_Sejarahnya : 👇
Para pihak yang mengklaim tidak puas terhadap kinerja pemerintahan khalifah amirul mukminin utsman bin affan yakni para demonstran, secara masiv dan terorganisir menguasai kota pusat pemerintahan islam, madinah al-munawarah, masjid nabawi.
Masjid nabawi berhasil dikuasai sepenuhnya oleh para demonstran sejak khalifah amirul mukminin utsman bin affan dilengserkan dari mimbar nabi, khalifah amirul mukminin utsman dipukul jatuh dari mimbar di saat khotbah jumat. sejak saat ini, khalifah amirul mukminin utsman tidak pernah lagi bisa ke masjid nabi untuk memimpin ritual harian umat muslim dan tak bisa lagi memberikan intruksi komando mengontrol jalannya pemerintahan.
Di setiap lorong-lorong kota Madinah, Di ruang publik, Para Demonstran terus menerus orasi, meneriakkan anti utsman dan menanamkan pengaruh krisis kepercayaan atas diri khalifah amirul mukminin utsman bin affan pada publik dan mendorong massa untuk turut mendukung dan bergerak mengikuti protesnya para demonstran.
Dilain sisi Disaat yang sama, Khalifah amirul mukminin utsman bin affan pun terus menerus memantau keadaan. Hingga pada puncaknya, keadaan sudah semakin genting, khalifah amirul mukminin utsman bin affan pun memanggil tokoh atau pemuka demonstran, Al-asytar an-nakha'i namanya, di rumah khalifah utsman bin affan.
Al-Asytar an-nakha'i menghadap kepada khalifah amirul mukminin utsman, dialognya termaktub di tarikh ibnu katsir begini :
~ Khalifah utsman : Apa yang diinginkan oleh para demonstran itu?
~ Al-asytar an-nakha'i : Ada tiga hal yang harus antum pilih.
~ Khalifah utsman : silahkan sebutkan dengan jelas.
~ Al-asytar : Mereka memberikan pilihan pada antum :
1. antum menyerahkan kekuasaan kepada mereka lantas antum katakan pada mereka silahkan pilih siapapun yang kalian inginkan jadi khalifah
2. antum bunuh dirimu sendiri
3. bila antum enggan bunuh diri maka mereka yang akan membunuhmu.
~ Khalifah utsman : Apakah ana harus memilih salah satu dari yang tiga itu?
~ Al-asytar : Ya!
~ Khalifah utsman :
Adapun keinginan mereka agar ana lengser menyerahkan kepemimpinan ini, maka ana tegas tidak akan melepaskan "pakaian" yang telah dipakaikan oleh Allah pada ana ini.
Adapun jika mereka ingin membunuhku, Demi Allah! jika kalian membunuhku maka kalian
tidak akan berkasih sayang lagi, tidak akan terhubung tersambung lagi dan kalian semua
tidak akan memerangi musuh secara bersama-sama lagi selama-lamanya.
Pasca Dialog ini, Al-asytar balik ke masjid nabawi menemui para teman seperjuangan jihadnya, diantaranya adalah muhammad bin abu bakar ash-shidiq, al-ghafiqi bin al-harb dll, melaporkan hasil dialognya dengan khalifah utsman.
Jawaban dari khalifah utsman tersebut sangat mengecewakan para demonstran, utamanya, para demonstran menginginkan khalifah utsman menyerahkan jabatannya pada mereka secara sukarela dan tidak perlu sampai membunuh khalifah utsman.
Baca: Puisi Musisi Lupa Diri
Akhirnya para demonstran memutuskan untuk menyerbu rumah khalifah utsman di malam hari untuk menghabisi khalifah utsman secara massal, sembunyi-sembunyi dan terencana : Khalifah amirul mukminin utsman bin affan tewas dibunuh oleh kaum muslim sendiri, para sahabat nabi, tewas dikeroyok dirumahnya sendiri, tanpa perlawanan.
Sumber : Tarikh al-bidayah wan nihayah, karya ibnu katsir.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
PENGERTIAN DAN DEFINISI AHLUSSUNNAH WALJAMAAH Ahlussunnah Wal Jamaah adalah aliran Islam terbesar yang prinsip dasar ideologinya adalah...
-
Oleh Suryono Zakka Kita sepakat bahwa jika musik diikuti dengan lirik yang mengajak kepada kemaksiatan atau ditampilkan dengan biduan y...
-
Secara ringkas KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah pada 18 November 1912/8 Dzull Hijjah 1330) dengan KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU p...
-
Oleh Abu Akmal Mubarok Shalat jahriyah adalah shalat yang bacaannya dikeraskan sedangkan shalat sirriyah adalah shalat yang bacaan...
-
Dengan modal pengakuan itu, ditambah dengan banyak menyebut rujukan kitab² atau perkataan para ulama salaf, mereka berhasil meyakinkan ba...
-
Oleh : Ahmad Najib AR Tulisan ini bukan hasil penelitian sejarah. Karena penelitian sejarah harus menggunakan kaidah ilmiah yang ketat,...
-
Oleh : Gus Ahmad Rifai Pernah mendengar hal semacam itu ? 'Si dia' dengan bangga menyampaikan bahwa apa yang ia lakukan _(bac...
-
Ada sebagian umat Islam yang menamakan diri mereka sebagai Salafi (nama lain dari sekte Wahabi) yang gemar mencela atau menuduh sesat ama...
-
Shalat yang telah ditinggalkan dengan sengaja bagi yang sudah baligh wajib diganti yang disebut dengan qadha'. Hal ini berlaku ba...
-
Oleh Suryono Zakka Tanda-tanda Isim (علامة الاسم) ditandai dengan ciri-ciri berikut: 1. Bisa menerima i'rab jar, dikarenakan: -h...

No comments:
Post a Comment