Saturday, April 14, 2018
Kisah KH. Hamim Jazuli (Gus Miek) Shalat diatas Daun
Semasa hidupnya, KH Hamim Jazuli atau lebih masyhur dengan sebutan Gus Miek dikenal sebagai ulama karismatik namun juga nyeleneh. Akibatnya membuat beberapa orang merasa penasaran dan bertanya-tanya, diantara orang tersebut adalah seorang warga dari Malang, Jawa Timur.
Hal ini dikisahkan oleh Gus Sabuth Pranoto Projo, salah seorang putera Gus Miek saat mengisi kegiatan Dzikir Akbar di Pesantren Miftahul Fata, Desa Panyingkiran, Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Jum'at (22/4) malam
"Orang Malang ini datang ke Kiai Hamid Pasuruan untuk menanyakan perilaku Gus Miek yang katanya termasuk waliyullah, katanya nyeleneh, katanya gak pernah pake peci, katanya gak pernah shalat," ungkapnya di hadapan ribuan hadirin.
Mendapat pertanyaan itu, kata Gus Sabuth, Kiai Hamid tidak langsung menjawabnya, Kiai Hamid hanya bisa terdiam namun kemudian ia melangkah menuju jendela rumahnya dan oleh Kiai Hamid jendela itu dibuka.
"Kalau kamu pengin tahu Gus Miek shalat coba ke sini," kata Gus Sabuth meniru kata-kata Kiai Hamid
Tidak menunggu lama, tamu ini langsung menuju Kiai Hamid. Betapa terkejutnya sang tamu saat melihat pemandangan mengagumkan di seberang jendela, karena disana ia melihat Gus Miek sedang melaksanakan shalat di atas daun pohon mangga.
"Kata Kiai Hamid; Gus Miek itu shalatnya ikhlas hanya untuk Allah semata, beda sama shalatnya kamu yang kadang ingin dilihat manusia, kadang ingin dipuji manusia," imbuhnya.
Selain itu, Gus Sabuth mendorong kepada para hadirin untuk terus mengamalkan Dzikrul Ghafilin dan juga selalu merasa bahwa diri ini rendah di hadapan Allah, tidak lebih baik dari orang lain, penuh dengan dosa, penuh dengan kekurangan, tidak punya bekal saat menghadap Allah nanti.
"Tapi kita juga jangan sampai putus asa, karena Allah maha pengampun, Allah maha pemurah, sebagaimana dalam dzikrul ghafilin ada asmaul husna, selain itu ada istighfar, ada shalawat," tandasnya
Sebagaimana diketahui, Dzikrul Ghafilin adalah dzikir yang disusun oleh Gus Miek, pengamalnya sudah tersebar di berbagai daerah. Untuk di Subang pengajian Dzikrul Ghafilin rutin dilaksanakan setiap malam Jum'at kliwon dan wage di Pesantren Miftahul Fatah, pesantren tersebut diasuh oleh Ketua Pagar Nusa Subang, Kiai Totoh Bustanul Arifin. (Aiz Luthfi/Fathoni)
Sumber: NU Online
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Khutbah Pertama الحمد لله الذي بنعمت اهتدى المهتدون وبعدله ضل الضالون احمده واتوب اليه اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان نبينا محمدا عب...
-
Oleh Suryono Zakka Ada sebagian kelompok menganggap bahwa Islam agama perang yakni agama yang mengajak pada pertumpahan darah. Pemahaman ...
-
Oleh Suryono Zakka Walau telah sekian lama NKRI berdiri, Walau sudah sekian lama kita merdeka, namun upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan...
-
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Lima tahun sudah Abdul Mutholib ngangsu kaweruh di Pondok Syubbaniyah Islamiyah Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat. Ia pulang ke rumah...
-
Oleh Abdi Kurnia Djohan Islam pertama kali muncul di Arab. Tapi kenapa negara-negara Arab dilanda perang? Lalu kenapa ulama-ulama Arab ...
-
Oleh Suryono Zakka Ketika mendengar kata PKI pasti kita akan merasakan ketakutan. Yang terbayang adalah penyiksaan atau pembunuhan seca...
-
Oleh Suryono Zakka Mengapa warga NU sangat fanatik terhadap NKRI? Ya, fanatiknya NU kepada NKRI adalah fanatik yang positif yakni kec...
-
Oleh Abdalla Badri Ternyata, panitia pembangunan masjid yang hendak mendatangkan UAS itu sama sekali belum pernah menonton ceramah UAS ...
-
Menurut Presiden Jokowi, penetapan hari santri dimaksudkan untuk meneladani semangat jihad keindonesiaan yang digelorakan para ulama. P...

No comments:
Post a Comment