Tuesday, August 7, 2018
Mengetahui Gaya dan Perilaku Khawarij (Kaum Pemberontak)
Kaum Khawarij saat memberontak kepada Khalifah ke empat Amirul Mu'minin Wa Imamul Muslimin Babu Madinatil Ilmi Sayyiduna Wa Imamuna Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu Wa Radhiyahu.
Berdalil:
لَا حُكمَ إِلَّا لِلّٰهِ
" Tidak ada hukum kecuali milik Allah "
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
"Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir."
👳 Syekh Ibnu Taimiyah mendeklarasikan faham Musyabbihahnya
Berdalil:
الرَّحْمٰنُ عَلٰی الْعَرْشِ اسْتَوٰی
"Allah Yang Maha Rahman (Pengasih) bersemayam diatas 'arsy"
👳 Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab saat mempropagandakan faham radikalism ekstrimismenya lewat kekuasaan King Saud yg membantai penduduk Hijaz diikuti kaum Terrorisme sesudahnya seperti Al-Qaidah, Jabal Nusrah, ISIS yg mengacu pada Kitabuttauhid karya MBAW.
Berdalil:
فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ
"maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana saja kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian."
Dari awal mula kaum Khawarij yg menggunakan lembaran mushaf Al-Qur'an yg ditancapkan diatas tombak para pemberontak lalu diacungkan keatas agar dilihat oleh pasukan Pro Amirul Mu'minin dan supaya menghentikan peperangan namun nyatanya cara itu adalah cara yg licik dan dusta.
Pengikut Syekh Ibn Taimiyah juga selalu menunjukkan jari keatas sebagai isyarat bahwa Allah SWT bersemayam di arasy selain itu berdalil dengan hadits Jariyah sebagai penguat hujjah musyabbihahnya.
Begitupula para pengikut Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab hingga saat ini, mengacungkan jari telunjuk keatas dijadikan sebagai symbol yg dinilai perjuangan oleh mereka padahal faktanya adalah pemberontakan dan pembantaian yg mengatas namakan ALLAH, AGAMA ISLAM, KITABULLAH, SUNNAH NABI dan HAK-HAK MUSLIMIN.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Kita semua sepakat bahwa Islam adalah agama rahmat bagi sekalian alam. Agama Islam bukan hanya untuk bangsa Arab namun juga untuk bang...
-
Dalam rangka menjaga kondisi kedamaian, kerukunan dan persatuan masyarakat Kecamatan Sawangan yang telah terpelihara dengan baik dari keh...
-
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kec. Tungkal Jaya hari ini tepatnya 28 Agustus 2018 mengadakan agenda rapat konsolidasi dan...
-
AIR MUTLAK DAN ISLAM NUSANTARA http://www.annahlbsdcity.com/kegiatan/artikel/serba-serbi/air-mutlak-dan-islam-nusantara/ AIR MUTLAK DAN...
-
Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Infithaar (Terbelah). Surah Makkiyyah; Surah ke 82: 19 ayat “BismillaaHir rahmaanir rahiim. 1. apabila lang...
-
Oleh Rijalul Wathon Al-Madury Sayyid Kamal al-Haydari yg dengan nama lengkap Kamal bin Baqir bin Hassan al-Haydari (السيد كمال بن باقر ...
-
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq menceritakan, suatu ketika KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ...
-
Menjelang pergantian tahun baru hijriyah sebagian umat Islam ada yang menyambutnya dengan puasa akhir dan awal tahun. Namun demikian munc...
-
Beliau (Sofyan Tsauri) sampai berani bersumpah atas nama ALLAH bahkan berani Bermubahalah jika ada yang menuduh dia berdusta atas apa yan...
-
Bagi kaum aswaja, maulid adalah hari yang istimewa dimana sang junjungan dan teladan manusia dilahirkan. Meskipun maulid tidak pern...

No comments:
Post a Comment