Tuesday, September 4, 2018
Macam-Macam Kiai menurut Imam Al-Ghazali
Kiranya tidaklah berlebihan judul saya, melihat dari pemandangan yg indah nan penuh akhlak dari photo-photo ini. Beliau adalah Al-Ustadz KH. Maftuh Basthul Birri, Pengasuh Pondok Pesantren Murottilil Qur'anil Karim, kiyai yg Ahli Qur'an & juga berakhlakkan Al-Qur'an ('Ulamaul 'Amilin), kiyai yg tidak hanya mengajarkan keilmuan tapi juga memberikan tauladan, kiyai yg memprioritaskan akhirat dibanding kedunia-an, kiyai yg istiqomahnya tidak terbantahkan.
Kiyai yg digambarkan oleh imam Al-Ghazali dalam ihya'nya:
ﻭَﺇﻣَّﺎ ﻣُﺴْﻌِﺪٌ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﻏَﻴْﺮَﻩُ , ﻭَﻫُﻢْ ﺍَﻟﺪَّﺍﻋُﻮْﻥَ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻇَﺎﻫِﺮًﺍ ﻭَ ﺑَﺎﻃِﻨًﺎ.
“Ulama yg membahagiakan dirinya dan orang lain, yaitu ulama yg mengajak ummat ke jalan Allah, baik lahir ataupun batin.” (Ihya' 'Ulumiddin, l/67)
Kiyai yg sesuai dengan statement Al-Kholil bin Ahmad:
ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝُ ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔٌ ﺭَﺟُﻞٌ ﻳَﺪْﺭِﻱْ ﻭَﻳَﺪْﺭِﻱْ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳَﺪْﺭِﻱْ ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮْﻩُ
"Orang yang tahu, dan tahu bahwa ia tahu. Ia adalah orang yg alim, maka ikutilah!". (Ihya' 'Ulumiddin, l/81)
Kiyai tawaddlu' yg sesuai dengan QS. Al-Hijr 88
ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﺟَﻨَﺎﺣَﻚَ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
"Randahkanlah sayapmu terhadap orang mukmin".
Kiyai yg totalitas dalam ketaatan, sesuai dengan QS. Al-Fatir 28
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ۗ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".
Kiyai yg penuh kekhusyu'an dalam menghamba, sesusai QS. Ali Imran 199
ﺧَﺎﺷِﻌِﻴﻦَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻟَﺎ ﻳَﺸْﺘَﺮُﻭﻥَ ﺑِﺂﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺛَﻤَﻨًﺎ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ ۗ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮُﻫُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ۗ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺳَﺮِﻳﻊُ ﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏِ
"Mereka itu khusyu' kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yg sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya".
Kiyai yg mulya akhlaknya, sesuai QS. Ali Imran 159
ﻓَﺒِﻤَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟِﻨْﺖَ ﻟَﻬُﻢْ
"Disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka".
Kiyai yg istiqomah (konsisten) dalam ibadahnya, sesuai dengan QS. Fushshilat 30
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺘَﻘَﺎﻣُﻮﺍ ﺗَﺘَﻨَﺰَّﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺰَﻧُﻮﺍ ﻭَﺃَﺑْﺸِﺮُﻭﺍ ﺑِﺎﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ
“Sesungguhnya orang-orang yg berkata, “Rabb kami adalah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yg telah dijanjikan kepadamu".
Maka figur kiyai seperti beliau lah yg keramat dan "ngualati". Bahkan lebih "ngualati" dibanding orang tua. Seperti statemen Imam Nawawi dalam kitab Tahdzibnya:
ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ
"Durhaka kepada orang tua dosanya bisa terhapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya".
Maka Ingat!!!!
Jangan sampai kita menyakiti hati sang guru, bagaimanapun keadaan guru tersebut, karena syech Az zarnuji pernah berkata dalam kitab Ta'limnya:
فمن تأذى منه أستاذه يحرم بركة العلم ولاينتفع به إلا قليلا
"Seseorang yg menyakiti hati guru, maka haram baginya keberkahan ilmu, & sangatlah sedikit kemungkinan manfaat ilmunya". (Ta'limul Muta'allim, 18)
Al Habib Abdullah al Haddad mengatakan: "Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali". (Adab Suluk al Murid, 54)
Semoga Al-Ustadz dan seluruh masyayikh Lirboyo, dianugrahi oleh Allah panjang umur, senantiasa sehat selalu. Dan penuh harap, semoga kita dapat membahagiakan mereka, diakui santri mereka, baik yg pernah bersua atau tidak, sehingga menjadi penyebab terfutuhnya hati kita, serta manfaat & barokahnya ilmu & pengabdian kita.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Oleh Suryono Zakka Sepanjang sejarah, NU tidak lepas dari berbagai serangan dan fitnah para pembencinya. Salah satunya adalah kalangan ...
-
Suku Chaniago adalah suku asal yang dibawa oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang yang merupakan salah satu suku induk di Minangkabau selain su...
-
Teknik dasar Naqsyabandiyah, seperti kebanyakan tarekat lainnya, adalah dzikir yaitu berulang-ulang menyebut nama Tuhan ataupun menyataka...
-
Welinge Pituturing Ibu _Nggèr anakku..._ _Sawangen kaé dagelan jagat..._ _Sing lagi rebutan ndonya lan pangkat_ _Rumangsané wis pali...
-
A. Secara Etimologis (Bahasa) 1. Menurut Al-Lihyani (w. 215 H) Kata Al-Qur'an berasal dari bentuk masdar dari kata kerja (fi...
-
Nabi Muhammad SAW amat sangat sabar menerangi orang-orang yang tersesat. Meski kepala beliau dilumuri kotoran, meski wajah beliau dilu...
-
Setelah berjalan panjang dan alot, akhirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesta Rakyat resmi menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabu...
-
Kiranya tidaklah berlebihan judul saya, melihat dari pemandangan yg indah nan penuh akhlak dari photo-photo ini. Beliau adalah Al-Ustadz...
-
Lima tahun sudah Abdul Mutholib ngangsu kaweruh di Pondok Syubbaniyah Islamiyah Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat. Ia pulang ke rumah...
-
Syekh Maulana Samsujen di dalam sejarah Kediri, pada tahun 1135 tertulis sebagai manusia sakti mandraguna yang sangat tinggi ilmu kedi...
No comments:
Post a Comment