Thursday, March 26, 2020
Watak Orang Indonesia dalam Merespon Instruksi tentang Virus Corona
Oleh Suryono Zakka
1. Patuh
Mereka adalah orang yang mau menggunakan akal warasnya. Mampu menyeimbangkan antara ikhtiar (usaha) dan tawakal (kepasrahan pada Tuhan). Patuh terhadap ulama dan ulil amri (pemerintah). Patuh terhadap semua kebijakan ulama dan pemerintah demi kemaslahatan bersama.
Beruntunglah jika kita termasuk dalam kelompok ini. Pemimpin pun akan bahagia jika memiliki rakyat yang semacam ini. Mudah diatur, tidak membuat repot pihak lain dan tentunya dapat diajak bangkit bersama-sama, gotong royong membangun kembali bangsa ini.
2. Ngeyel
Watak rakyat yang ini memang agak merepotkan namun lambat laun dengan diberikan arahan akan sadar dan bertambah ilmunya. Sadar bahwa ada peran manusia dibalik takdir Tuhan.
Tapi perlu khawatir. Untuk menyadarkannya cukup mudah. Katakan saja "Kalau memang ajal itu semata-mata totalitas kehendak Tuhan dan tidak ada peran apapun manusia, silakan saja tidur dikandang Macan". Kita perlu terus menerus memberikan edukasi kelompok ini sebab apa yang dilakukan oleh kelompok ngeyelan ini bukan hanya merugikan dirinya namun kerugiannya akan berdampak luas dan membahayakan banyak orang.
3. Pemberontak
Mereka ini adalah kelompok yang sok keminter. Merasa ilmunya lebih tinggi dari ulama pendiri bangsa ini. Virus akut yang sulit disembuhkan melebihi Corona. Disaat dunia merasakan nestapa, bahu membahu lintas negara, lintas agama, sama-sama berjuang demi mempertahankan kehidupan, mereka malah jualan khilafah.
Tak ada satupun andil dari mereka untuk membantu negeri ini yang sedang pilu. Malah asyik tidur dengan mimpi-mimpi khilafahnya. Bersembunyi sembari menyusun rencana jahat untuk meruntuhkan negeri ini. Cari kesempatan dalam kesempitan. Memancing di air keruh. Serigala berbulu agama.
Kok tega-teganya disaat negeri ini dirundung musibah, masih mengolok-olok sistem negeri ini sesat sebagai sampah busuk demokrasi. Tidak punya malu, menghina negeri ini sebagai negara sesat atau sistem kufur tapi betah hidup dinegeri ini.
Mana andilmu wahai antek khilafah? Bersorak ria sambil meneriakkan jargon lawasmu "tegakkan khilafah" disaat negeri ini merasakan duka. Meskipun kau mendoakan kehancuran negeri ini, kami yakin negeri ini tidak akan hancur. Negeri ini anugerah dan akan selalu dijaga oleh Sang Pencipta.
Kami semua bangsa Indonesia, apapun agama dan sukunya, sedikitpun takkan kami berikan negeri ini secara gratis apalagi pada kaum pengigau khilafah. Negeri ini adalah amanah leluhur kami yang wajib kami jaga sepanjang hayat sampai kematian kami hingga anak cucu kami.
Jangan lelah berdoa wahai saudaraku yang cinta dengan negeri ini. Semoga kita diberi kesabaran dalam menghadapi coba-Nya. Semoga Tuhan segera mencabut makhluk-Nya (Corona) dari negeri ini dan negeri-negeri lain. Semoga negeri ini tetap lestari hingga akhir zaman.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Khutbah Jum'at: Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita
Bulan Muharram Sarana untuk Mengevaluasi Tradisi Kita Khutbah 1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ ...
-
Teknik dasar Naqsyabandiyah, seperti kebanyakan tarekat lainnya, adalah dzikir yaitu berulang-ulang menyebut nama Tuhan ataupun menyataka...
-
PENGERTIAN DAN DEFINISI AHLUSSUNNAH WALJAMAAH Ahlussunnah Wal Jamaah adalah aliran Islam terbesar yang prinsip dasar ideologinya adalah...
-
Dengan modal pengakuan itu, ditambah dengan banyak menyebut rujukan kitab² atau perkataan para ulama salaf, mereka berhasil meyakinkan ba...
-
Ada sebagian umat Islam yang menamakan diri mereka sebagai Salafi (nama lain dari sekte Wahabi) yang gemar mencela atau menuduh sesat ama...
-
Oleh Suryono Zakka Kita sepakat bahwa jika musik diikuti dengan lirik yang mengajak kepada kemaksiatan atau ditampilkan dengan biduan y...
-
Secara bahasa (etimologi), kata mu'jizat berasal dari kata اعجز- يعجز- اعجازا -معجز/معجزة yang berarti mengalahkan atau melema...
-
Kau pembela kaum tertindas Kau penyelamat kaum minoritas Kau penyejuk kegersangan spiritualitas Kau pendidik kaum yang rindu moralit...
-
Oleh : Ahmad Najib AR Tulisan ini bukan hasil penelitian sejarah. Karena penelitian sejarah harus menggunakan kaidah ilmiah yang ketat,...
-
Oleh Suryono Zakka Kelompok yang saat ini mencuat dan telah terkuak kejahatannya oleh pemerintah yang berinisial Muslim Cyber Army ...
-
Seputar tahun baru masehi membawa perbedaan pendapat diantara umat Islam terkait boleh atau tidak dalam memperingatinya. Berbeda dengan t...
No comments:
Post a Comment